Petani Jagung di Pasaman Keluhkan Luapan Air Sungai Batang Sumpu

Petani Jagung di Pasaman Keluhkan Luapan Air Sungai Batang Sumpu Terlihat lahan kosong warga yang berada di Nagari Panti disulapnya menjadi lahan jagung, akan tetapi mereka mengeluhkan seringnya air batang sumpu meluap ke area lahan jagung mereka, Selasa (17/04/2018)

Covesia.com - Sejumlah petani Jagung di daerah Panti, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, mengeluhkan kondisi air sungai batang sumpu yang sering meluap dan menghantam lahan milik mereka.

Padahal masyarakat setempat saat ini sedang merasa diuntungkan menanam jagung dibanding tanaman yang lain. Bahkan petani didaerah Panti itu rela mengganti tanaman kakao dan sawah miliknya dengan Jagung.

"Jagung harganya saat ini sangat menjanjikan, saya tidak menyesal tanaman kakao yang saya anggap tidak lagi menghasilkan menggantinya dengan lahan jagung," Kata Darmansyah (32) warga Suka Damai Nagari Panti, Selasa (17/4/2018).

Kata Darman, dalam satu hektarnya ia mampu menghasilkan produksi jagung sebesar 6 ton hingga 7 ton, jika saja dikalikan dengan harga Rp. 3.000 per Kg, sudah menghasilkan Rp. 18 juta hingga 21 juta rupiah perhektarnya.

"Bertani jagung juga sangat mudah dikerjakan dibandingkan bersawah hanya dengan memangkas lahan, menanam, memupuk setelah itu tinggal menunggu panen. Masyarakat sekitar juga sudah banyak menyulap lahan awalnya ditinggalkan menjadi lahan jagung. Namun kami sangat dikeluhkan dengan luapan air sungai batang sumpu ini yang sewaktu-waktu mengahantam lahan milik kami," katanya.

Warga lainnya Pangoluan Jupri Siagian (29) menyebutkan masyarakat khususnya di Nagari Panti sudah banyak menanami jagung di daerah itu. Termasuk dirinya yang sudah hampir tiga tahun memenuhi kebutuhan keluarganya dari bertanam jagung.

"Area lahan jagung saya sering di hantam banjir, karena area lahan jagung sangat dekat dengan sungai batang sumpu," katanya.

Dia menyebutkan, kondisi batang sumpu saat ini kian mendangkal dan menyempit akibat jika sebentar datang hujan air sudah melimpah kepersawahan warga.

"Saya rasa jika sedikit saja dianggarkan dana untuk menormalisasi batang sumpu itu, kesejahteraan masyarakat akan meningkat, yang mana disini ada puluhan hektar jagung masyarakat berada di area batang sumpu tersebut," jelasnya.

(eri)

Berita Terkait

Baca Juga