Tugu Harimau Agam di Lubuk Basung Sudah tidak Sangar Lagi

Tugu Harimau Agam di Lubuk Basung Sudah tidak Sangar Lagi Foto: Johan Utoyo

Covesia.com - Setiap daerah memiliki monumen, baik mengenang sejarah atau untuk menunjukkan istimewanya suatu daerah setempat. Seperti halnya Jakarta menjadi istimewa dengan keberadaan tugu Monas, Surabaya terkenal dengan tugu ikan Hiu sedang bertarung dengan Buaya, begitu pula dengan kecamatan Lubuk Basung.

Ibukota kabupaten Agam, provinsi Sumatera Barat (Sumbar) itu terkenal dengan tugu menjulang tinggi dengan perahu sampan dan sepasang patung manusia berpakaian adat di puncaknya serta tak lupa pula 3 patung Harimau yang sedang berjaga di tiga sisi serta kolam yang melingkar di bawahnya membuatnya semakin megah.

Monumen yang terletak di Simpang Tigo, Padang Baru itu dibangun pada tahun 2010 silam, semenjak didirikan, tugu itu mampu mempercantik keindahan kota Lubuk Basung. Diawal berdirinya, ikon tersebut menjadi primadona baru, tempat tersebut menjadi lokasi bersantai masyarakat, baik muda maupun yang tua, bahkan banyak yang membawa keluarga untuk bersantai atau sekedar berfoto ria.

Namun, amat disayangkan, saat ini patung Harimau yang berada di sisi bawah itu sudah terlihat lusuh pudar alias tidak terawat hingga membuat patung raja hutan yang sedang berjaga itu hilang gezah dan sangarnya.

Herman (39) salah seorang perantau asal lubuk basung di Pekanbaru mengatakan, penampilan patung tersebut dari awal berdirinya sangat berbeda, 3 patung Harimau yang dulu cemerlang dan sangar sudah pudar dimakan waktu, serta kolam yang melingkar di sisi bawah sudah kotor tidak terawat.

"Tugu bundaran simpang tigo Lubuk Basung tidak cantik lagi, seperti tidak terurus, padahal itu ikon kebanggaan kami para perantau," ujarnya saat berbincang-bincang dengan Covesia.com, Minggu (15/4/2018).

Dikatakan Herman, lusuhnya monument tersebut membuat masyarakat jadi malas untuk mengunjungi, sangat jauh berbeda dengan masa awal berdirinya.

Ia berharap pemerintah daerah bisa merenovasi kembali monumen itu, sehingga bisa menambah cantik kembali kota Lubuk Basung.

"Lebaran esok saya yakin perantau Lubuk Basung banyak yang mudik, seperti tahun-tahun sebelumnya saya yakin mereka akan ke sini untuk mengabadikan moment pulang kampung, jika tidak segera direnovasi takutnya akan meninggalkan kesan buruk, saat kembali ke perantauan," harapnya.

(han/don)

Berita Terkait

Baca Juga