CPNS Dugaan Keracunan Makanan di Pasaman Bertambah Menjadi 23 Orang

CPNS Dugaan Keracunan Makanan di Pasaman Bertambah Menjadi 23 Orang Korban dugaan keracunan makanan yang berasal dari CPNS peserta Diklat Pra Jabatan Golongan II dan III di Pasaman, Kamis (12/4/2018)(Foto:Heri Sumarno)

Covesia.com - Korban dugaan keracunan makanan yang berasal dari CPNS peserta Diklat Pra Jabatan Golongan II dan III di Pasaman terus bertambah dari sepuluh menjadi 23 orang.

Seluruh korban tersebut merupakan peserta dari dua tempat yaitu Hotel Hamco 13 orang dan Wisma Murni 10 orang. Hal ini dikarenakan kegiatan Diklat tersebut dilaksanakan di dua tempat itu.

"Benar, korban dugaan keracunan makanan terus bertambah dari 10 orang ditambah tadi ada 13 orang yang baru datang. Sehingga semuanya berjumlah 23 orang. Saat ini belum bisa dipastikan apa penyebabnya, karena masih dalam observasi tim medis," kata Dirut RSUD Lubuk Sikaping, dr. Yong Marzuhaili kepada Covesia.com, Kamis (12/4/2018).

Menurut dr.Yong Marzuhaili diperkirakan masih ada korban yang akan menyusul dari dua tempat kegiatan Diklat tersebut.

"Kemungkinan jumlah korban akan terus bertambah. Karena tadi kami dapat informasi, masih ada korban yang mual-mual dan tidak mau dibawa ke RSUD. Mereka beralasan tidak punya biaya," katanya.

Para korban berasal dari dokter, bidan, dan tenaga penyuluh ini mengalami keracunan saat mengkonsumsi makanan atau minuman. 

Namun belum bisa dipastikan apakah mereka keracunan makanan yang disediakan panitia, atau makanan yang dijual di luar lokasi acara.

Saat ini seluruh korban masih mendapat perwatan intensif di RSUD Lubuk Sikaping.

(her)

Berita Terkait

Baca Juga