Pemandu Wisata Bantah 2 Turis Asing Rusak Bunga Bangkai di Agam

Pemandu Wisata Bantah 2 Turis Asing Rusak Bunga Bangkai di Agam Foto: Johan Utoyo/covesia

Covesia.com - Pemandu yang membawa turis asing ke lokasi tempat tumbuhnya bunga bangkai (amorphophallus titanum) di Pandan, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuah, kabupaten Agam, provinsi Sumatra Barat, (Sumbar) membantah adanya pengrusakan terhadap bunga langka tersebut.

" Turis itu membantu penyerbukan bunga, saat itu tumbuhan langka itu sudah mulai kuncup, jika terjadi penyerbukan nantinya bisa dibawa oleh serangga dan disebarkan ke tempat lain, "ujar Joni Hartono, pemandu turis asing kepada wartawan, Rabu (11/4/2018).

Sebelumnya diberitakan, dua orang warga negara asing tertangkap kamera sedang merusak bunga bangkai jenis langka jenis (amorphophallus titanum) di Pandan pada Kamis (5/4/2018) lalu.

Sementara, Kepala seksi Wilayah I Badan Konservasi Sumber Daya Alam, (BKSDA) Sumatera Barat, Khairi Ramadhan, membantah tindakan yang dilakukan turis mancanegara itu membantu penyerbukan bunga bangkai.

"Menurut saya tidak seperti itu, bunga itu setelah mekar akan mati dan akan hilang, namun nantinya akan mekar kembali dengan  bongkol yang baru, tidak ada proses penyerbukan, karena ia adalah sejenis umbian," jelasnya saat di konfirmasi Covesia.com Rabu, (11/4/2018).

Ia menjelaskan, bunga bangkai raksasa itu saat di cek memang ada bekas goresan pada pangkal dan sobekan pada salah satu kelopak, namun tidak parah.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk sama-sama menjaga bunga itu, dan selalu mengingatkan kepada pengunjung agar tidak mengganggu ataupun menyentuh bunga.

"Kita menghimbau masyarakat teruma sekali guide yang memandu para wisatawan, selain membawa para turis kita juga berkewajiban menerangkan aturan yang ada, jangan sampai kita yang diatur turis, Sumatera Barat terkenal dengan wisatanya terutama wisata alam jadi kewajiban kita bersama untuk menjaga," harapnya.

(han)

Berita Terkait

Baca Juga