Warga Bukittinggi Tak Sepaham dengan Revisi Terbatas UU 22 Tahun 2009

Warga Bukittinggi Tak Sepaham dengan Revisi Terbatas UU 22 Tahun 2009 Ilustrasi sepeda motor sebagai transportasi angkutan umum (Foto:Covesia/Debi Kurnia)

Covesia.com - Sejumlah masyarakat kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Barat) menyatakan sikapnya yang tidak sepaham dengan Revisi Terbatas UU 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan untuk mengakomodir sepeda motor sebagai transportasi angkutan umum.

Pasalnya revisi tersebut merupakan kesepakatan dari Komisi V DPR RI dengan Kementerian Perhubungan untuk mengakomodir sepeda motor sebagai transportasi angkutan umum.

Salah seorang warga Bukittinggi, Teguh (27) mengatakan bahwa ia tidak setuju dengan Revisi Terbatas UU 22 Tahun 2009 karena kendaraan sepeda motor belum menjamin keselamatan penumpangnya atau kamseltiblancar (keamanan keselamatan,  ketertiban dan kelancaran).

"Meski cepat menggunakan kendaraan sepeda bermotor jika berpergian namun tidak menjamin keselamatan penumpang, " ungkapnya saat di wawancara Covesia.com, Minggu (8/4/2018).

Ia menyatakan ketidaksepahaman yang disepakati oleh Komisi V DPR RI dengan Kementerian Perhubungan setidaknya Revisi Terbatas UU 22 Tahun 2009 itu agar dapat diubah lagi karena dampai saat ini masyarakat masih bisa menikmati angkotan umum roda empat. 

"Jangan sampai mengancam keselamatan penumpang dengan menjadikan kendaraan sepeda motor sebagai angkutan umum, sedangkan angkot saja terkadang juga bisa mengancam keselamatan penumpang apalagi sepeda motor, " jelasnya. 

Hal yang senada juga diutarakan Oka (26) yang juga tidak setuju dengan Revisi Terbatas UU 22 Tahun 2009 tersebut karena menurutnya pemerintah harus jeli dalam mengeluarkan Undang-undang apalagi menyangkut tentang masyarakat.

"Apakah sebelum mengeluarkan UU itu pemerintah sudah menelitinya? Apakah aman atau tidak bagi masyarakat jika masyarakat menggunakannya, lebih baik dikaji dulu lah, jangan sampai mengancam keselamatan orang, jika sudah terjadi siapa yang mau disalahkan, masyarakat yang tidak pandai memilih gitu, " tuturnya. 

(deb) 

Berita Terkait

Baca Juga