Polisi Ringkus Pasutri Pelaku Curanmor yang Telah Beraksi Lebih 100 TKP di Kota Padang

Polisi Ringkus Pasutri Pelaku Curanmor yang Telah Beraksi Lebih 100 TKP di Kota Padang Tersangka Irvan Forzul saat memeragan cara mencuri motor saat gelar perkara di Polresta Padang, Rabu (14/3/2018) (Foto:Covesia/Primadoni)

Covesia.com - Pasangan suami istri (pasutri) yang merupakan pelaku pencurian kendaraan bermotor yang sering beraksi di Kota Padang, diringkus Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

“Pelaku atas nama Irvan Forzul (34) dan Merry Corina (38) berhasil kita ringkus di rumah kontrakannya di Perumahan Puri Kartika, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, pada Selasa dinihari (13/3) sekitar pukul 02.30 WIB,” ujar Kapolresta Padang, Kombes Pol Chairul Aziz, saat gelar perkara di Mapolresta, Rabu (14/3/2018). 

Kapolres menjelaskan, penangkapan pasutri curanmor ini, berawal dari tangkapan pelaku penadah (pembeli) bernama Arya Putra (28), di kawasan jembatan Ujung Tanah, Kelurahan Pampangan, Kecamatan Lubuk Begalung (Lubeg) Kota Padang, pada Senin malam (12/3) sekitar pukul 21.30 WIB.

“Dari tertangkapnya penadah inilah baru kita dapati pelaku curanmor pasutri ini. Diketahui mereka telah beraksi di 100 lebih tempat kejadian perkara (TKP) di Kota Padang,” jelas Chairul Aziz.

Menurut keterangan pelaku lanjut Kapolres, dari banyaknya TKP aksi curanmor yang dilakukannya, pelaku bahkan hingga lupa di mana saja telah beraksi. Hingga kini, hasil pemeriksaan sementara pihak kepolisian, pelaku hanya ingat sebanyak 30 TKP. 

"Saat ini kita terus melakukan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut. Mudah-mudahan semua unit sepeda motor hasil curian pelaku dapat kita temukan," terang Kapolres.

Kapolres juga mengungkapkan, pasutri ini juga merupakan residivis (pernah dipenjara), suami kasus yang sama sedangkan istri kasus pencurian. Setelah mereka keluar dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) langsung beraksi kembali sejak awal tahun 2017. 

Dari hasil curianya kata Kapolres, dijual di Kota Padang hingga ke luar kota seperti ke Kabupetan Solok Selatan dan Dharmasraya hingga Kerinci, Provinsi Jambi, dengan harga jual Rp 3 juta hingga Rp 5 juta tergantung merk. Dan saat ini, dari hasil penangkapan penadah dan pelaku, sebanyak delapan unit sepeda motor hasil curian pelaku sudah berhasil disita polisi.

“Atas perbuatan untuk ketiga pelaku akan dikenakan pasal yang berbeda, diantaranya dua pelaku curanmor pasal 363 KUHP sedangkan pelaku penadah 480 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara diatas lima tahun penjara,” pungkas Chairul Aziz.

(don)


Berita Terkait

Baca Juga