Larangan Bercadar Rugikan IAIN Bukittinggi dan Institusi Islam

Larangan Bercadar Rugikan IAIN Bukittinggi dan Institusi Islam Foto:Covesia/Fadil Mz

Covesia.com - Kisruh pelarangan bercadar bagi mahasiswi Fakultas Tarbiyah IAIN Bukittinggi, Perwakilan Komnas HAM Provinsi Sumatera Barat menyebutkan bahwa sampai saat ini belum ada laporan pelanggaran HAM yang masuk ke Komnas HAM Sumbar.

"Saya melihat adanya penghalangan untuk mendapatkan akses pendidikan, karena memang negara sudah menjamin sepenuhnya akses pendidikan tanpa membedakan golongan tertentu," ujar Ketua Komnas HAM perwakilan Sumbar, Sultanul Arifin, kepada covesia.com, Rabu (14/3/2018).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa jaminan untuk akses pendidikan diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012, selain itu negara juga menjamin pelaksanaan ibadah masing masing agama yang diatur dalam  UUD 1945 Pasal 29 ayat 2.

"Mestinya peraturan kampus harus mengacu kepada Undang Undang yang lebih tinggi, jangankan peraturan kampus, peraturan daerah saja harus mengacu kepada peraturan yang lebih tinggi darinya, sehingga jika terjadi perbedaan maka yang dikesampingkan itu adalah peraturan yang berada dibawah hirarki perundang undangan," ujarnya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa kalau pelarangan bercadar itu terkait faham radikal, maka pihak kampus perlu menjelaskan indikator yang sudah terukur untuk melihat apakah mahasiswi tersebut ikut faham radikal.

"Seharusnya pihak kampus berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak yang berwajib jika memang ada indikasi mahasiswi tersebut mengikuti faham radikal," ungkapnya.

Sementara itu, Imam Besar FPI Provinsi Sumatera Barat, Buya Busra  menyebutkan bahwa larangan bercadar di IAIN Bukittinggi akan merugikan institusi Islam yang lainnya, sebab masyarakat sendiri tidak percaya lagi dengan kampus Islam.

"Negara sekuler saja tidak ada yang melarang perempuan dewasa untuk bercadar, ini terkesan sekali ada pihak pihak yang ingin merusak citra perguruan tinggi Islam, dan saya yakin kalau ini tetap berlanjut maka IAIN akan ditinggalkan oleh masyarakat," ujarnya kepada covesia.com.

(dil/don)


Berita Terkait

Baca Juga