Aktivitas Pembabatan Hutan di Pesisir Selatan Resahkan Masyarakat

Aktivitas Pembabatan Hutan di Pesisir Selatan Resahkan Masyarakat suasa saat oknum masyarakat yang melaukkan pembabatan hutan, (Foto:Isitimewa)

Covesia.com - Aktivitas pembukaan lahan baru oleh oknum masyarakat yang tidak dikenal di Nagari Taluak Tigo Sakato, Kecamatan Batangkapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) resahkan warga di daerah itu.

Mantan Wali Nagari Taluak Tigo Sakato Efriandi mengatakan, aktivitas perambahan hutan di kawasan nagari tersebut sudah terjadi sejak akhir 2017 lalu. Hingganya, belasan hektare hutan dirambah, sudah menjadi lahan perkebunan siap ditanam dan gundul akibat keserakahan oknum tersebut." katanya pada Covesia.com Selasa, (13/3/2018).

Jika perambahan ini terus dilakukan masyarakat Nagari Taluak Tigo Sakato khawatir akan berisiko terhadap banjir dan tanah longsor. Selain itu, lokasi tempat perambahan itu juga merupakan Sumber Daya Alam yang kami miliki di nagari ini.

Efriandi melanjutkan, dampak akibat perambahan hutan tersebut dirasakan dengan banyak penebangan kayu secara liar dan membuka lahan perkebunan untuk kepentingan usaha pribadi. Selain itu, dampaknya juga telah membuat punah kelestarian cagar alam yang tersimpan menjadi aset nagari akibat penggundulan hutan.

"Sekitar 15 hektare yang sudah habis ditebang dan sudah siap pakai. Dan ada sekitar 30 hektare lagi yang sudah mereka tandai untuk dibabat," terangnya.

Sementara, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Balai Besar TNKS, Sahyudin mengakui, hektare areal hutan yang dirambah oknum masyarakat tersebut masuk dalam bagian delapan hektar kawasan TNKS. Dan sebagiannya lagi merupakan kawasan Areal Penggunaan Lain (APL) dan juga hutan produksi.

"Kami telah memanggil tiga orang perambah. Dan hal ini masih dalam penanganan kami dan pemanggilan kedua kami lakukan lagi dalam Minggu ini," pungkasnya.

Kontributor Pessel: Indra Yen


Berita Terkait

Baca Juga