Pemda Agam Kecam Penangkapan Ikan dengan Cara Ilegal

Pemda Agam Kecam Penangkapan Ikan dengan Cara Ilegal Foto: Johan Utoyo

Covesia.com - Pemkab Agam mengecam penangkapan ikan oleh tersangka DW (45) bersama ABK, warga Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumut pada Kamis (23/11/2017) silam yang diduga menggunakan bahan berbahaya.

“Alat tangkap ikan seperti jaring insang lingkar, obat bius dan bom ikan dapat merusak terumbu karang. Bagi warga yang menemukan adanya nelayan yang berbuat demikian silakan ditangkap agar diproses sesuai aturan yang berlaku," kata Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Agam, Ermanto saat di konfirmasi Covesia.com, Senin (12/3/2018).

Dijelaskannya, kasus serupa juga pernah terjadi pada 2016 silam. Dua kapal milik nelayan Sibolga berhasil diamankan nelayan Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara, setelah menangkap ikan menggunakan bahan kimia berbahaya. 

Dikatakannya saat ini sekitar 27 hektare terumbu karang di perairan Tiku telah rusak.

Ini mengakibatkan daerah tangkapan nelayan setempat semakin jauh dan hasil tangkapan berkurang 50 persen dari sebelumnya.

"Biasanya hasil tangkapan nelayan sekitar 100 kilogram per hari. Namun setelah terumbu karang rusak hasil tangkapan hanya 50 kilogram per hari," sebutnya.

Ia mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga perairan karena rusaknya ekosistem laut merugikan diri sendiri. 

"Nelayan sepenuhnya bergantung hidup kepada laut, jika laut dirusak tentunya ikan sulit didapat," katanya.

(han)


Berita Terkait

Baca Juga