Pro Kontra Tambang Emas di Pasaman, Ratusan Warga Nagari Simpang Tonang Malah Mendukung

Pro Kontra Tambang Emas di Pasaman Ratusan Warga Nagari Simpang Tonang Malah Mendukung Kapolres Pasaman, AKBP Hasanuddin saat menengahi persiteruan pihak peserta unjuk rasa dengan PT.IJM di Base Camp Kampung Simpang Kuayan, Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto, Pasaman, Minggu (11/03/2018) (Foto:Heri)

Covesia.com - Ratusan warga Kampung Simpang Kuayan, Jorong Perdamaian, Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto, malah mendukung keberadaan aktivitas tambang emas yang dilakukan oleh PT.Inexco Jaya Makmur di daerah tersebut. 

Hal ini disampaikan oleh salah seorang warga Jorong Perdamaian, Febri Mianto (40) kepada Covesia.com, disela-sela aksi unjuk rasa di base camp PT.IJM, Minggu (12/03/2018) kemarin.

"Jorong Perdamaian, Nagari Simpang Tonang terdiri dari empat kampung dengan sekitar 350 KK yaitu Kampung Barilas Hilir, Simpang Kuayan, Pandulangan dan sinabuan. Saat ini belum ada yang menyatakan penolakan, malah kami sangat mendukung keberadaan tambang emas ini. Karena kami bisa bekerja dan mencari nafkah bersama PT.IJM ini," terangnya.

Menurut Febri Mianto, peserta unjuk rasa harus jelas dan hati-hati dengan menggunakan kata-kata yang mengatasnamakan warga Simpang Tonang dalam aksi tersebut.

"Ini daerah kami, jadi anda harus jelas warga Simpang Tonang mana yang dimaksud menolak tambang emas ini. Jangan berkoar-koar tanpa dasar yang jelas. Kalau memang ini diklaim tanah ulayat kalian, silahkan buktikan dengan jelas diatas kertas yang bisa dipertanggungjawabkan. Karena setau kami, tanah yang dikontrak PT.IJM ini milik pribadi, bukan tanah ulayat seperti yang saudara katakan," tambah Ferbi Mianto, sambil menunjukan tangan kearah utusan unjuk rasa.

Hal senada juga diutarakan oleh salah seorang warga setempat yang tidak mau disebutkan namanya.

"Saya juga sangat bersyukur dengan keberadaan PT.IJM yang juga bisa membangkitkan Ekonomi masyarakat disini. Dulu kami tidak ada mata pencaharian, sekarang kami memiliki pekerjaan untuk menghidupi keluarga kami. Jadi kami mintak kepada Emilia Zola untuk tidak membuat provokasi di Kampung Simpang Kuayan ini," tukasnya.

Sementara itu Kapolres Pasaman, AKBP Hasanuddin dihadapan peserta unjuk rasa meminta pihak PT.IJM menghentikan aktivitas pembangunan Base Camp sampai waktu tenang.

"Kalau pihak unjuk rasa mengaku lahan ini milik tanah ulayat, silahkan buktikan dengan surat yang jelas. Kemudian pihak PT.IJM mengatakan tanah ini sudah dikontrak, buktikan juga dengan surat yang jelas. Biar semua jadi jelas dan terang, sehingga tidak ada lagi aksi unjuk rasaa kedepannya. Untuk sementara kami minta PT.IJM hentikan dulu aktivitas pembangunan Base Camp ini sampai ini semua clear," tutupnya.

Berit sebelumnya: Tolak Penambangan Emas, Ratusan Masyarakat Simpang Tonang Pasaman Gelar Aksi Unras

(eri)

Berita Terkait

Baca Juga