Meski Didukung Banyak Parpol, Tak Ada Jaminan Emzalmi-Desri Menangkan Pilkada Padang

Meski Didukung Banyak Parpol Tak Ada Jaminan EmzalmiDesri Menangkan Pilkada Padang Dua Paslon yang akan bertarung di Pilkada Padang 2018 (Foto: KPU/ Covesia)

Covesia.com - Pengamat Politik Universias Andalas (Unand) Padang Sumatera Barat, Edi Indrizal mengatakan besarnya jumlah dukungan partai politik tidak menjamin kemenangan bagi pasangan calon yang maju di Pemilihan Kepala Daerah (pilkada).

Hal ini disampaikannya saat Covesia.com konfirmasi, Senin (12/3/2018) soal peta pertarungan Pilkada Serentak 2018 Kota Padang Dimana Paslon nomor urut 1 Emzalmi-Desri mendapat dukungan 28 kursi dari 7 parpol sedangkan Paslon nomor urut 2 Mahyedli-Hendri Septa hanya miliki 11 kursi dari 2 partai yang mendukungnya.

"Kita lihat saja sebelumnya di Pilgub Sumbar 2015 lalu, Pasangan Muslim Kasim-Fauzi Bahar didukung lebih banyak parpol juga tidak menang atas lawannya Irwan Prayitno-Nasrul Abit," terang Edi.

Menurut Ketua Koordinator Wilayah III Lembaga survei Indonesia (LSI) ini menilai kemenangan Paslon dalam Pilkada tergantung pada kinerja mesin politiknya, baik itu parpol maupun nonparpol.

"Meski banyak parpol pendukung, tapi kalau mesinnya tidak bergerak kompak, sistematik, rapi dan baik maka justru bisa kontraproduktif hasilnya," katanya.

Mengingat kedua paslon merupakan petahana, menurut Edi ini menjadi tantangan tersendiri oleh Emzalmi-Desri mengingat posisi Emzalmi pada era sebelumnya sebagai Wakil Walikota.

"Terlepas belum semuanya baik (kinerja Mahyeldi-Emzalmi 2013-2018), namun dari kepuasaan publik pada pemerintahan maka walikota petahana tetap lebih cenderung dapat insentif politik lebih besar ketimbang wakilnya. Faktor ini lah yang menguntungan Mahyeldi, meskipun sejatinya mereka satu paket dalam pemerintahan sebelumnya," tambah Edi.

Namun demikian, tambahnya pertarungan dalam Pilkada Kota Padang 2018 ini masih akan panas terlebih ketika isu-isu sosiologi yakni PAD terus dimainnya.

"Untuk itu kita berharap semoga kontestasi dan kompetisi politik di Pilkada Padang ini akan tetap berlangsung aman dan damai," tutup Edi.

(utr)

Berita Terkait

Baca Juga