Walhi Sumbar Minta PT. IJM Beroperasi Produksi Sesuai Izin Legal

Walhi Sumbar Minta PT IJM Beroperasi Produksi Sesuai Izin Legal Walhi bersama sebagian masyarakat Simpang Tonang menggelar unjuk rasa damai di Base Camp PT. Inexco Jaya Makmur Kampung Simpang Kuayan, Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Minggu (11/03/2018)

Covesia.com - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumatera Barat meminta PT.Inexco Jaya Makmur melakukan operasi produksi sesuai dengan Izin Usaha Produksi (IUP) yang sebenarnya di Jorong Sungai Bremas, Nagari Cubadak dan bukan di Jorong Perdamaian, Nagari Simpang Tonang.

Hal ini disampaikan oleh Manager advokasi dan kampanye Walhi Sumatera Barat, Yoni Candra dalam unjuk rasa damai di Base Camp PT. Inexco Jaya Makmur Kampung Simpang Kuayan, Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Minggu (11/3/2018) kemarin.

"Melihat proses perizinan yang dijalani oleh PT. IJM ini, kami menduga ada yang tidak tepat yaitu salah satunya tidak melibatkan masyarakat dalam pembuatan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal). Karena jelas dalam pembuatan Amdal harus melibatkan masyarakat, karena ini terkait dampak yang akan dirasakan oleh masyarakat sekitarnya," kata Yoni Candra.

Menurut Yoni Candra, semestinya PT. IJM melakukan operasi produksi sesuai IUP yang sebenarnya.

"Kedua, setelah peningkatan izinnya itu dari eksplorasi ke operasi produksi Tahun 2017 kemaren, penetapannya tidak sesuai dengan IUP yang sebenarnya. Dimana didalam IUP jelas tertulis di Nagari Cubadak, ternyata beroperasi di Nagari Simpang Tonang. Oleh karena itu kami bersama masyarakat meminta PT. IJM melakukan operasi produksinya sesuai izin legal sebagaimana yang diterbitkan oleh Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (DPMTSP)," tambahnya.

Lebih lanjut kata Yoni Candra, aksi unjuk rasa Walhi bersama masyarakat tersebut akibat tidak adanya itikat baik dari PT. IJM terhadap permintaan masyarakat. 

"Dalam penilaian kami, masyarakat sudah melalui tahapan-tahapan yang ideal yaitu menyurati Bupati Pasaman bahkan sampai ke Gubernur Sumatera Barat. Bahkan terakhir mendatangi DPRD Sumbar yang di fasilitasi oleh Komisi III dan IV. Kemudian juga masyarakat sudah menyurati pihak PT. IJM untuk menarik alat berat dan mengehentikan operasi di tanah ulayat mereka. Namun sepertinya tidak ada itikad baik dari pihak PT. IJM. Oleh karena itu hari ini kami turun bersama masyarakat meminta langsung PT. IJM realisasikan permintaan masyarakat," tutupnya.

Berita sebelumnya: Tolak Penambangan Emas, Ratusan Masyarakat Simpang Tonang Pasaman Gelar Aksi Unras

(eri/don)

Berita Terkait

Baca Juga