Tolak Penambangan Emas, Ratusan Masyarakat Simpang Tonang Pasaman Gelar Aksi Unras

Tolak Penambangan Emas Ratusan Masyarakat Simpang Tonang Pasaman Gelar Aksi Unras Foto: Covesia/Heri Sumarno

Covesia.com - Ratusan masyarakat Simpang Tonang menggelar unjuk rasa damai di Base Camp PT. Inexco Jaya Makmur Kampung Simpang Kuayan, Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Minggu (11/03/2018).

Unjuk rasa yang terdiri dari gabungan masyarakat, Mahasiswa dan perantau Simpang Tonang berjumlah sekitar 150 orang dimulai dari Pukul 14.00 sampai 17.00 WIB. 

Salah seorang tokoh masyarakat yang memimpin aksi tersebut Emilia Zola (53) dalam aksi unjuk rasa damai menyampaikan aspirasi serta tuntutan menolak keberadaan serta kegiatan PT. Inexco Jaya Makmur (PT. IJM) bergerak dalam bidang pertambangan emas di wilayah Kenagarian Simpang Tonang, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman.

"Semenjak kami kedatangan PT.IJM ke Simpang Tonang tanpa izin (ilegal), maka tindakan yang pertama kami lakukan adalah protes. Surat protes itu dilayangkan pucuk adat dan Wali Nagari kami ke Bupati Pasaman. Namun tidak ditanggapi, yang datang hanya PT.IJM melakukan sosialisasi (08/11/17) dengan melampirkan Izin Usaha Pertambangan (IUP). Kami membaca dalam IUP tersebut izin tambang itu berada di Jorong Sungai Beremas Nagari Cubadak, Kecamatan Dua Koto. Berarti keberadaan PT.IJM di Nagari Simpang Tonang adalah ilegal,"terang Emilia Zola.

Lebih lanjut kata Emilia Zola, pihak PT.IJM sudah mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada masyarakat Simpang Tonang.

"Usai sosialisasi (08/11/17) lalu, pihak PT.IJM sudah mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada masyarakat Simpang Tonang. Sat itu kami sudah membuat surat yang isinya menghentikan sementara pembuatan persiapan aktivitas penambangan atau Camp dan mereka setuju. Namun sampai saat ini alat berat berupa Eskavator belum  juga ditarik keluar. Oleh karena itu saat ini kami menuntut hentikan pembuatan Base Camp dan tarik keluar seluruh alat berat tersebut," pungkasnya.

Dalam pantauan Covesia.com, rangkaian aksi unjuk rasa tersebut dalam pengamanan tiga peleton personil Polres Pasaman dan satu pleton Satpol PP. Tidak ada tindak anarkis dalam kegiatan unjuk rasa damai tersebut.

(eri)


Berita Terkait

Baca Juga