Cuaca Ekstrim, Hasil Panen Cabai Masyarakat di Agam Menurun

Cuaca Ekstrim Hasil Panen Cabai Masyarakat di Agam Menurun Foto:Covesia/Johan

Covesia.com – Cuaca ekstrim yang melanda Sumatera Barat beberapa waktu terakhir berdampak kepada hasil pertanian masyarakat, salah satunya petani di kecamatan Matur, kabupaten Agam, provinsi Sumatera Barat, (Sumbar).

Salah seorang petani cabai di Laman Gadang, jorong Batu Baselo, nagari Matua Hilia, kecamatan Matur, kabupaten Agam, Rendy (29) mengatakan, curah hujan tinggi dan badai yang melanda beberapa hari belakangan mengakibatkan pohon cabai petani menjadi banyak yang tumbang-tumbang, sehingga banyak yang mati atau tidak tumbuh sempurna seperti biasanya.

Belum lagi curah hujan tinggi dalam kurun waktu lama membuat buah cabe masyarakat mengalami pembusukan sebelum di panen. 

“Dengan lahan lebih kurang 500 Hektar biasanya dalam satu kali panen perminggunya  berkisar 150 hingga 200 Kg, namun saat ini hanya perkisaran 80 hingga 120 kg / minggu," ujarnya saat di konfirmasi Covesia.com, Minggu (11/3/2018).

Kurangnya produksi cabai para petani juga berimbas kepada para pedagang sayur di kabupaten Agam. Pantauan dari beberapa pedagang cabe di pasar tradisional di kabupaten Agam. Kenaikan harga cabe berkisar Rp 20 ribu, dari harga sebelumnya yaitu  Rp 40 /kg menjadi Rp 60 ribu/kg saat ini. 

"Kami terpaksa menaikan harga cabe dari 40 ribu menjadi 60 karna cabai yang kita beli dari tengkulak pun mengalami kenaikan, “ turut nita salah seorang pedagang sayur di pasar Impress Padang Baru, kecamatan Lubuk Basung.

Naiknya harga jual cabe tersebut di sebabkan kurangnya stock cabai yang ada di tengkulak ditambah lagi dengan kendala distributor akibat cuaca buruk.

"Cabai yang dibeli tengkulak dari masyarakat memiliki  kadar air tinggi jadi sangat rentan membusuk, jadi jika kita beli dari tengkulak  harus cepat di jemur dulu sebelum dijual di pasaran," tutupnya.

Nita mengaku, tingginya harga jual cabai tidak berimbas kepada daya beli masyarakat, walaupun harga cabai naik jumlah beli masyarakat tetap seperti hari biasanya.

(han)

Berita Terkait

Baca Juga