Warga Pasia Paneh Agam Butuh Jembatan Permanen

Warga Pasia Paneh Agam Butuh Jembatan Permanen Foto:Covesia/Johan Utoyo

Covesia.com - Warga Pasia Paneh, kecamatan Tanjung Mutiara, kabupaten Agam, provinsi Sumatera Barat (Sumbar), keluhkan jembatan gantung penghubung kampuang darek dan pusat kecamatan, karena sudah tidak lagi layak digunakan mengingat kondisi jembatan sudah mulai rusak.

Salah seorang Tokoh masyarakat setempat Boy Basri Tanjung (51) mengatakan jembatan gantung tersebut dibangun pada tahun 1997 karena jembatan penyeberangan permanen berjarak 50 meter dari jembatan gantung runtuh karena sudah rusak pada 1994 silam.

"Sebelummya jembatan penghubung bukan jembatan gantung seperti yang ada sekarang dan bisa di lalui oleh roda empat," ujar Boy.

Jembatan gantung yang sering disebut masyarakat setempat dengan Rajang itu dibangun menggunakan dana program hari kesehatan sosial nasional pada saat itu, "sebelumnya hanya berstatus sementara namun sampai saat ini belum juga dibuatkan jembatan permanen yang baru, namun hingga saat ini kondisi jembatan gantung itu tidak layak digunakan karena  papan bantaran sudah rusak dan besi penahan juga sudah rapuh berkarat bahkan sudah ada yang patah," lanjutnya.

Selain penghubung antar kampung, Rajang tersebut juga merupakan jalur utama masyarakat Pasia Paneh jika terjadi Musibah tsunami. 

"Untuk menyeberang kendaraan bermotor saja rajang sudah goyang dan harus bergantian, setiap harinya ada ratusan pelajar dan masyarakat berlalu lalang menggunakan jembatan selain itu jika terjadi musibah Tsunami tentunya kami terkurung di Pasia Paneh," lanjutnya.

Permasalahan jembatan gantung tersebut sudah dikeluhkannya kepada ketua DPRD Agam Marga Indra Putra saat melakukan reses beberapa waktu yang lalu dan berjanji akan memperjuangkannya tahun 2018 ini.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Agam, Yunaidi melalui Kepala Bidang Bina Marga, Hermon Triyoga menambahkan, pembangunan jembatan itu telah dianggarkan senilai Rp750 juta pada APBD 2018. Namun untuk pembangunan jembatan akan menelan biaya Rp1,5 miliar sesuai dengan perencanaan, sehingga pembangunan jembatan ini ditunda. 

"Kita akan mengusulkan penambahan anggaran pada APBD perubahan 2018," tutupnya.

(han/don)

Berita Terkait

Baca Juga