Kebijakan Arab Saudi Menaikkan PPN 5 Persen Pengaruhi Biaya Haji 2018

Kebijakan Arab Saudi Menaikkan PPN 5 Persen Pengaruhi Biaya Haji 2018 Dirjen PHU didampingi Gubernur Sumbar, Rabu (7/3/2018) (Foto:Coveisa/Fadil_

Covesia.com - Memasuki tahun haji 2018, sampai saat ini pemerintah Republik Indonesia melalui Kementrian Agama masih membahas ongkos naik haji (ONH) kategori reguler bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPR) RI.

"Sampai saat ini Kementrian Agama bersama DPR masih mendiskusikan total biaya yang dibutuhkan untuk perjalanan haji 2018, mengingat  periode ini ada kebijakan pemerintah Arab Saudi menaikkan pajak pertambahan nilai sebesar 5 persen," ujar Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah, Nizar Ali, di Padang, Rabu, (7/3/2018)

Selain itu, pemerintah juga berencana menaikan jumlah konsumsi jamaah haji 2018 dari 25 kali menjadi 40 kali sehari selama berada di Arab Saudi.

"Kenaikan jumlah konsumsi jamaah ini telah disetujui DPR, belum lagi biaya penyedia akomodasi hotel bintang 3 mengalami kenaikan sebesar 2,5 persen, dan hotel bintang 4 ke atas sebesar 5 persen, selain itu, pemerintah juga masih melakukan negosiasi dengan dua maskapai penerbangan Arab Saudi, Garduan dan Saudi Airlines," Ujarnya

Terkait kenaikan biaya haji 2018, pemerintaah masih berusaha agar biaya keberangkatan haji tidak memberatkan jamaah haji nantinya.

"Sebelumnya Kementrian Agama telah mengusulkan ke DPR tambahan biaya haji sebesar Rp. 900 ribu dari biaya tahun haji sebelumnya, mudah mudahan dalam waktu dekat biaya haji bisa ditetapkan oleh DPR," kata dia.

(dil/don)


Berita Terkait

Baca Juga