Polisi Amankan 54.940 Batang Besi Tanpa SNI di Padang

Polisi Amankan 54940 Batang Besi Tanpa SNI di Padang Kasubdit I Reskrimsus Polda Sumbar, AKBP Yunizar Yudhistira saat gelar perkara dan menunjukan sampel barang bukti di Mapolda Sumbar, Rabu (7/3/2018)(Foto:Covesia/Primadoni)

Covesia.com - Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) amankan pelaku memperdagangkan besi baja tulangan beton polos yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Pihak kepolisian mengamankan tersangka atas nama AWI (68) selaku pemilik toko Sumber Baru dengan alamat Prof M Yamin Padang yang memperdagangkan besi tanpa SNI tersebut.

Kasubdit I Reskrimsus Polda Sumbar, AKBP Yunizar Yudhistira mengatakan, pemeriksaan terhadap pelaku pemilik  toko dan gudang besi yang ada di kawasan By Pass, Lubuk Begalung itu setelah mendapat laporan bahwa adanya perdagangan besi yang tanpa SNI di toko milik AWI.

“Setelah kita mendapatkan laporan, barulah kita langsung melakukan penyidikan, ternyata benar ada perdagangan besi baja tulang beton polos berbagai merk dan ukuran diameter pada toko dan gudang miliknya. Barulah kita mulai melakukan proses penyidikan sesuai dengan laporan polisi nomor: LP/A/303/XI/2017/SPKT Polda Sumbar pada tanggal 29 November 2017 lalu,” sebut AKBP Yunizar saat gelar perkara di Mapolda Sumbar, Rabu (7/3/2018).

Yunizar menjelaskan, dari hasil sitaan besi tersebut pihaknya langsung berkoordinasi dengan melakukan pengujian laboratorium ke Balai Riset dan Standarisasi Industri Medan. Dan menyatakan hasilnya bahwa besi yang diperdagangkan di toko dan gudang tersebut  tidak memenuhi syarat mutu baja tulangan beton polos untuk para meter ukuran diameter dan berat nominal sebagaimana ketentuan SNI Nomor 2052 :  2014 tentang besi baja tulang beton polos yang telah diberlakukan secara wajib.

“Pelaku telah melakukan aksi perdangan besi tanpa SNI ini sudah lebih kurang selama tiga tahun,” jelasnya.

Menurut keterangan pelaku, lanjut Yunizar, besi tanpa SNI tersebut didatangkan dari pulau Jawa, tepatnya di Tanggerang Banten.

“Untuk penyidikan ke pabrik pembuatan  besi tanpa SNI itu, saat ini kita sudah berkoordinasi dengan pihak Polda setempat maupun ke Mabes Polri,” sebut Yunizar.

Saat ini barang bukti yang berhasil diamankan pihak kepolisian adalah, besi baja tulangan beton polos berbagai merk dan ukuran sebanyak 54.940 (lima puluh empat ribu sembilan ratus empat puluh) batang, dokumen-dokumen perusahaan, buku catatan, DO beserta surat jalan atau keluar besi tersebut pada tahun 2017, dan berbagai bahan bukti lainnya.

“Atas perbuatan tersangka AWI ini, ia akan dikenakan dengan Pasal 120 dan 53 UU nomor 3 tahun 2014 tentang Perindustrian, Pasal 113 dan 57 ayat (2) UU nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan, Kemudian Pasal 62 ayat (1) dan 8 ayat (1) huruf a UU nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan dendan maksimal Rp.5.000.000.000. (lima milyar rupiah),” sebut Yunizar.

(don)





Berita Terkait

Baca Juga