Populasi Pensi di Maninjau Meningkat, Petani KJA Mulai Beralih Profesi

Populasi Pensi di Maninjau Meningkat Petani KJA Mulai Beralih Profesi Foto: Sidarta Galuh

Covesia.com - Tercemarnya Danau Maninjau, kecamatan Tanjung Raya, kabupaten Agam, provinsi Sumatera Barat (Sumbar) satu bulan terakhir tidak berpengaruh besar terhadap populasi pensi. Hasil tangkapan nelayan terhadap kerang kecil air tawar berbentuk pipih asli endemik Danau Maninjau itu tidak mengalami penurunan. 

Berbagai macam kuliner bisa diolah dari bahan baku pensi tersebut, dimulai dari Sambalado Pensi, Gulai Pensi, atau cemilan gurih yang biasa di jual pedagang kuliner di sepanjang jalan dari Lubuk Basung menuju Kota Bukittinggi.

Walinagari II koto, kecamatan Tanjung Raya, Joni Safri mengatakan, saat ini hasil tangkapan warganya yang berprofesi sebagai nelayan pencari pensi sudah mulai pulih seperti sedia kala, dalam satu harinya mereka bisa menangkap pensi antara 15 hingga 20 liter perharinya. 

“Pensi hasil tangkapan nelayan tersebut biasanya untuk dikonsumsi sendiri atau dijual di pasaran,” ujarnya saat di temui Covesia.com Rabu (21/2/2018).

Populasi Pensi sudah menyebar hampir di seluruh nagari atau Desa di selingkaran Danau Maninjau, semenjak akhir tahun 2017 silam hingga sekarang, populasi pensi  sudah meningkat di danau, jadi masyarakat sudah mulai menangkapinya untuk menjadi mata pencaharian. 

“Biasanya para nelayan setempat, menangkap pensi di dasar danau menggunakan tangguk, dengan alat transportasi sampan tradisional,” lanjutnya.

Meningkatnya jumlah pensi  di danau juga berpengaruh besar terhadap harga jualnya di pasaran, 2 bulan yang lalu para nelayan menjual pensi mentah dengan harga Rp 10 ribu per liternya, namun sekarang sudah turun menjadi, Rp 7 ribu per liter.

Dilanjutkan Joni Safri, meningkatnya populasi Pensi membuat sebagian masyarakat Maninjau sudah beralih profesi dari pembudidaya Karamba Jaring Apung, (KJA) menjadi nelayan pencari pensi. 

“Meski penghasilan tidak sebesar karamba namun komitment pelestarian danau Maninjau mulai bisa di terapkan,” tutup Joni.

(han/don)


 


 


 

Berita Terkait

Baca Juga