Diduga Dirampok, Berikut Keterangan Keluarga Korban kepada Polisi di Pasaman

Diduga Dirampok Berikut Keterangan Keluarga Korban kepada Polisi di Pasaman Ilustrasi Perampokan, Foto: Ashley Kane

Covesia.com - Nopeldi (35) warga Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, yang diduga korban perampokan di Jalan Lintas Sumatera Rimbo Panti masih menyisakan misteri. Pasalnya, sampai saat ini keberadaan korban belum ditemukan.

Nopeldi yang biasa dipanggil Buya Peldi oleh masyarakat Simpang Tonang, Dua Koto dilaporkan oleh pihak keluarga ke Polsek Panti dengan dugaan akibat dirampok sekitar pukul 23.30 WIB, Jumat (16/2) tadi malam. Sedangkan kendaraan korban Mobil Innova dengan Nomor Polisi BA 1638 QL sudah dalam keadaan rusak di luar badan Jalan Lintas Sumatera Rimbo Panti.

Menurut keterangan keluarga Korban yang dihimpun oleh Covesia.com, dari Polres Pasaman, Sabtu (17/2/2018) Nopeldi hendak menjemput uang ke Lubuk Sikaping.

"Berdasarkan keterangan Istri korban WAR (24) juga warga Simpang Tonang, si korban hendak menjemput sejumlah uang kepada temannya di Lubuk Sikaping. Namun sampai tadi malam, korban tidak kunjung pulang. Sebelum kemudian pihak keluarganya melaporkan bahwa korban diduga dirampok. Karena Mobil yang dikendarai korban, dalam keadaan kaca depan supir pecah, ban kanan belakang kempes dan kunci mobil tidak ditempat," terang Kasat Reskrim Polres Pasaman, Iptu Zulhendri kepada Covesia.com

Menurut Iptu Zulhendri, korban sengaja minta izin kepada keluarga di Simpang Tonang untuk menjemput Uang senilai 1 Milyar Rupiah lebih ke Lubuk Sikaping.

"Sekira pukul 10.00 WIB, Korban memang minta izin kepada istrinya pergi ke Lubuk Sikaping menjemput uang sekitar 1 Milyar Rupiah lebih untuk pelunasan dana proyek. Tetapi sampai saat ini kami masih melakukan pengembangan dalam kasus ini, dengan melibatkan berbagai pihak," tambahnya.

Lebih lanjut Iptu Zulhendri meminta kepada masyarakat luas untuk bersama-sama mencari keberadaan korban.

"Kami juga meminta kepada masyarakat luas untuk bersama-sama memantau kebaradaan korban, agar kasus ini cepat terungkap. Kemudian kepada keluarga untuk tetap hati-hati adanya nanti pihak-pihak yang mengaku oknum polisi untuk melakukan tindak penipuan. Kami juga akan tetap berkoordinasi dengan seluruh jajaran Kepolisian dan masyarakat setempat," pungkasnya.

Berita sebelumnya: Seorang Warga Pasaman Diduga Dirampok di Jalitsum

(eri/don)

Berita Terkait

Baca Juga