Tidak Memiliki Biaya Berobat, Anak Penderita Gizi Buruk di Agam Terpaksa Dibawa ke Kampung Halaman

Tidak Memiliki Biaya Berobat Anak Penderita Gizi Buruk di Agam Terpaksa Dibawa ke Kampung Halaman Foto:Covesia/Johan Utoyo

Covesia.com - Tidak memiliki biaya pengobatan, Salsabila, (2 tahun) terpaksa dibawa ke kampung halaman oleh orang tuanya ke Jorong Gantiang, nagari Sitanang, kecamatan IV Nagari, kabupaten Agam, provinsi Sumatera Barat. Gadis cilik yang akrab disapa Caca itu diduga mengalami indikasi gizi buruk, tubuhnya kurus kering serta ukuran perut yang lebih besar dari balita seusianya  membuatnya terlihat sangat memprihatinkan.

Saat dikunjungi Covesia.com di kediamannya, Kamis (15/2/2018), tampak Salsabila sedang menangis dipangkuan ibunya diruang tengah rumah, melihat ada tamu asing yang datang Caca seperti ketakutan dan menangis sambil menyembunyikan wajah ke dada sang ibu. Ria (31) Ibu Caca langsung mempersilahkan kami duduk, dan menawarkan minum.

Saat memulai cerita, Ria mengaku baru pulang kampung 15 hari terakhir, sebelumnya bersama suami desrizal (35) dan 2 anaknya tinggal dan menetap di Jakarta, namun karena ekonomi semakin memburuk membuatnya menghentikan pengobatan Caca dan terpaksa harus membawanya pulang kampung, sedangkan sang suami bersama anak pertama tetap di Jakarta, sambil mengurus surat pindah domisili dan sekolah.

Dijelaskannya kondisi tersebut dialami caca semenjak Oktober 2017 lalu, ia pernah mendapatkan perawatan di RS Fatimah Jakarta, namun karena tidak menunjukan adanya perubahan, pihak RS Fatimah menyarankan untuk di bawa kerumah sakit yang lain,“ ujar Ria sambil tetap memangku Caca.

Setibanya di kampung halaman keadaan keluarga besarnya juga tidak jauh berbeda, nenek caca, Janewar (60) mengalami kelumpuhan hampir 70 %, kondisi itu ia deritanya sejak peristiwa jatuh dari sepeda motor 3 tahun yang lalu, belum lagi dengan nenek buyutnya Jora yang berumur hampir 110 tahun yang juga tidak bisa berbuat banyak, sedangkan yang menjadi tulang punggung keluarga hanya sang kakeknya Anwar (64) iya berprofesi sebagai petani yang penghasilanya hanya untuk mencukupi kebutuhan sehar-hari.

“Kami juga tidak mungkin bersandar dengan keluarga besar di kampung,“ ulas aria sambil terus berusaha menidurkan Caca.

Melihat kondisi yang dialaminya membuat masyarakat banyak yang menaruh simpati dan memberikan sumbangan untuk menambah biaya pengobatan caca.

Di hari yang sama Covesia.com juga menyambangi kantor pemerintahan nagari Sitanang kecamatan IV nagari, kabupaten Agam. sekretaris Nagari Gusrifa Weri mengatakan, perihal ada salah seorang warga yang baru pulang kampung dengan kondisi juga baru diterimanya beberapa hari terakhir, pihak nagari yang langsung dipimpin walinagari sudah melakukan kunjungan kerumahnya.

"Hari Senin lalu, Walinagari dan pihak Puskesman Batu Kambiang sudah membesuk caca dan menyarankannya agar di rujuk ke RSUD Lubuk Basung, kabupaten Agam, namun keluarga caca berjanji akan memusyawarahkannya dulu,“ jelasnya.

Ia berharap agar orang tua Caca cepat mengurus surat perpindahan domisili agar nantinya tidak menjadi kendala saat dilakukan pengobatan. Perihal buyut dan nenek caca keduanya memang terdaftar sebagai keluarga miskin pihaknya sudah mengusulkannya untuk mendapatkan bantuan, 

”Jum'at depan kami berencana akan kembali membesuk keluarga Caca menanyakan perihal rujukan yang di tawarkan,” tutupnya.

(han/don)


 

Berita Terkait

Baca Juga