Kriminalisasi Pejuang Lingkungan, Puluhan Masyarakat dan LBH Ajukan Praperadilan ke PN Padang

Kriminalisasi Pejuang Lingkungan Puluhan Masyarakat dan LBH Ajukan Praperadilan ke PN Padang Foto:Covesia/Primadoni

Covesia.com - Sejumlah masyarakat yang berada di sekitar Gunung Talang,  Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) melakukan aksi long march dari kantor Komnas HAM menuju Pengadilan Negeri (PN) Padang terkait kriminalisasi yang dilakukan oleh Polda Sumbar terhadap sejumlah aktivis yang menolak pembangunan Geothermal di Kabupaten Solok.

"LBH Padang dan masyarakat sekitar Gunung Talang akan mengajukan praperadilan kepada PN Padang terkait penangkapan dan penahanan yang dilakukan oleh Polda Sumbar terhadap Ayu Dasril dan teman teman dari Gunung Talang lainnya," ungkap Juru Bicara LBH Padang, Aulia Rizal di kantor PN Padang, Selasa (13/2/2018)

Selain itu, ia menyebutkan bahwa Polda Sumbar tidak bisa menangkap dan menahan Ayu Dasril karena ia seorang pejuang lingkungan dan paralegal.

"Undang-undang (UU) Nomor 32 tahun 2009, pasal 66, sangat jelas menyebut setiap orang yang memperjuangakan hak atas lingkungan tidak bisa dituntut pidana dan digugat perdata. Selain itu, alasan pihak Kepolisian menahan warga tersebut karena dinilai telah berbuat menghasut warga lain," ungkapnya.

Selain itu, ia berharap permohonan LBH diterima oleh PN Padang dan diregister.

"Kami akan upayakan melakukan perjuangan terhadap kawan kawan aktifis lingkungan dan masyarakat yang menolak pembangunan geothermal melalui koridor hukum, mudah mudahan keadilan dapat diteggakkan," Pungkasnya.

Sebelumnya Polda Sumbar telah menetapkan tiga tersangka terkait pengrusakan mobil  PT Hitay Daya Energi yaitu Yuzarwedi alias Edi Cotok, Ayu Dasril dan Hendra Kacak dan penyidik juga menetapkan sembilan orang DPO Polda Sumbar. 

(dil/don)

Berita Terkait

Baca Juga