Roehanna Koeddoes Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Roehanna Koeddoes Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional Roehana Koeddoes

Covesia.com – Melihat kiprah dan sumbangsihnya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, masyarakat Koto Gadang, kecamatan IV Koto, kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) harapkan Roehanna Koeddoes menjadi salah satu pahlawan nasional.

Ketua Yayasan Amai Setia, Koto Gadang, Rky, Zulfikar M. Syaiful Sulun mengatakan Roehanna Koeddoes sangat besar perannya dalam memperjuangkan kemerdekaan, meskipun tidak ikut mengangkat senjata namun buah pikiran dan tekadnya dalam mencerdaskan kaum wanita itu patut mendapatkan penghargaan.

“Roehanna Koeddos merupakan pendiri perkumpulan Kerajinan Amai Setia yang karyanya dikenal hingga mancanegara hingga saat ini, selain itu tekadnya untuk mencerdaskan dan meningkatkan derajad wanita bermanfaat sampai saat sekarang,” ujarnya usai perayaan ulang tahun Yayasan Amai Setia Koto Gadang yang ke 107, Minggu (11/2/2018).

Tidak hanya dalam mencerdaskan kaum hawa, Roehanna Koeddoes juga merupakan wartawati pertama Indonesia serta pendiri Surat Kabar Sunting Melayu. 

“Koran pertama di Sumatera Barat, di Padang Panjang pada tahun 1912,  tulisan Roehanna Koeddoes sangat kritis dalam memperjuangkan kemerdekaan, diakui dengan perolehan penghargaan dan tanda kehormatan Bintang Jasa Utama pada tahun 2007 oleh presiden RI ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono,” lanjutnya.

Selain itu Ia juga mendirikan sebuah sekolah di Bukittinggi yang bernama Roehanna School pada tahun 2016 sekaligus  sebagai agen mesin jahit singer, ia mengembangkan keterampilan dengan mengajarkan perempuan menjahit dan bordir menggunakan mesin jahit tersebut.

Sekda Agam, Martias Wanto mengatakan, untuk menjadikan Roehanna Koeddoes sebagai pahlawan nasional, pihaknya sudah memasukkan permohonan, akan tetapi  harus di revisi kembali karena ada data yang belum lengkap.

“Kita mengharapkan komitmen dari pihak keluarga dan masyarakat, untuk melengkapi data tersebut ke provinsi baru di teruskan ke kemensos RI,” ujarnya saat di konfirmasi  Covesia.com.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan dinas provinsi agar permintaan itu terkabulkan.

"Dalam moment HPN yang  di gelar di Padang beberapa hari yang lalu, bersama PWI dan pemerintah provinsi Sumatera Barat kita juga sudah menyampaikannya ke pusat, saat ini masih menunggu terkabulnya permohonan tersebut, “ kata dia.

(han/don)

Berita Terkait

Baca Juga