Didirikan Roehana Koeddoes 107 Tahun Lalu, Yayasan Amai Setia Koto Gadang Tetap Eksis

Didirikan Roehana Koeddoes 107 Tahun Lalu Yayasan Amai Setia Koto Gadang Tetap Eksis Foto: Johan Utoyo

Covesia.com –  Yayasan Amai Setia, Koto Gadang, kecamatan IV Koto, kabupaten Agam, Sumatera Barat merayakan ulang tahunnya yang ke 107 tahun. Di usianya yang sudah satu abad lebih itu, kerajinan amai setia tetap eksis hingga saat ini.

Bicara mengenai amai setia tentunya tidak terlepas dari pendirinya, Roehanna Koeddoes, wartawan wanita pertama indonesia sekaligus  pendiri koran pertama Sumatera Barat  “Soenting Melayoe,”,  bersama rekannya  Rky Rekni Putri dan Rky Hadisah, Roehana Koeddoes mendirikan Kerajinan Amai Setia 11 Februari 1911 silam.

Dari awal berdirinya, Kerajinan Amai Setia bertujuan untuk meningkatkan derajat wanita, disana wanita Koto Gadang diajarkan  menulis, membaca, berhitung, kerajinan rumah tangga seperti, tenun, songket dan perhiasan dari emas dan perak serta bagai mana cara menjual hasil kerajinan tersebut.

Dalam meningkatkan produksi dan memperkuat kedudukan hukum, Kerajianan Amai Setia membentuk sebuah yayasan yang bernama Yayasan Amai Setia yang diresmikan pada tahun 1979.

Ketua Yayasan Amai Setia, Rky Zulfikar, M. Syaiful Sulun mengatakan, meskipun terlihat seni kerajinan tradisional Koto Gadang itu sudah menghilang, namun generasi muda di Koto Gadang masih memiliki bakat tinggi dan keterampilan tersebut, sehingga saat ini pengembangannya meluas ke luar negeri.

"Keterampilan itu merupakan warisan secara turun temurun Koto Gadang  dan akan terus di ajarkan ke anak cucu dikemudian harinya, ” ujarnya saat memberikan sambutan pada peringatan ulang tahun ke 107 di Koto Gadang, Minggu (11/2/2018).

Sementara itu, Wakil Ketua Dekranasda Sumbar Wartawati Nasrul Abit yang turut menghadiri peringatan itu memberikan apresiasi kepada Yayasan Amai Setia, baik dari awal kelahiran hingga saat ini kerajinan amai setia sangat berperan dalam peningkatan ekonomi masyarakat bahkan Hasil kerajinan sulamannya sudah dikenal mancanegara.

Disisi lain Bupati Agam, Indra Catri melalui Sekab Agam, Martias Wanto berharap Yayasan Amai Setia makin bekembang ke depannya.

"Tentunya dalam pengembagan pemerintah kabupaten agam tidak akan lepas tangan, kita siap memberikan dukungan untuk pengembangannya,” tutup Sekab Agam.

(han/don)

Berita Terkait

Baca Juga