Mengenal Advent Bangun, Aktor Laga yang Akhirnya jadi Pendeta

Mengenal Advent Bangun Aktor Laga yang Akhirnya jadi Pendeta Advent Bangun (Foto: Istimewa)

Covesia.com - Aktor senior  Yohanes Thomas Advent Bangun meninggal dunia di usia 65 tahun. Aktor laga tersebut meninggal di RSUP Fatmawati sekitar pukul 02.35, Sabtu (10/2/2018) dini hari. 

Aktor Laga ini menderita diabetes yang berdampak komplikasi ginjal dan meninggal di HCU RSUP Fatmawati. 

Ia lahir di Kabanjahe, Sumatera Utara, 12 Oktober 1952 dan merupakan aktor Indonesia yang acapkali berperan dalam film-film laga pada tahun 1980an. Namanya sejajar dengan pemain laga lainnya Barry Prima, George Rudy, Johan Saimima dan Ratno Timoer.

Terlahir dengan nama Advent Bangun, pria kelahiran Kabanjahe, Sumatera Utara ini sejak kecil mendapatkan didikan keras. Bapaknya (M.P. Bangun) yang seorang jaksa sangat ketat menanamkan nilai-nilai disiplin dan kejujuran.

Tahun 1971, Advent Bangun menjadi juara nasional karate dan selama 12 tahun berturut turut terus menjadi juara satu nasional tanpa ada yang mengalahkan sampai dia meninggalkan karier karatenya. Setahun kemudian ia tampil di berbagai kejuaraan tingkat dunia hampir di seluruh asia, Amerika, dan Eropa. Dunia karate pula yang mengantarnya menjadi artis film laga. Tak kurang dari 60 judul film pernah ia perankan.

Kesuksesan semula membiusnya. Ia menjadi sombong hingga suatu saat, sebuah kekuatan doa meluruhkannya dalam pangkuan gereja. Istrinya, Lois Riani Amalia Sinulingga lah yang selalu bergumul dalam doa hingga pertobatan tumbuh di hati Advent Bangun.

Akhirnya ia adalah seorang pendeta, dengan nama barunya Pendeta Muda Thomas Bangun. Sebagai pendeta muda, ia juga mempunyai karunia khusus dalam pelepasan dan penyembuhan. Banyak orang yang diselamatkan jiwa dan raganya.

Film yang Dibintangi

  • Rajawali Sakti - 1976
  • Dua Pendekar Pembelah Langit - 1977
  • Krakatau - 1977
  • Golok Setan - 1983
  • Si Buta Lawan Jaka Sembung - 1983
  • Gadis Berwajah Seribu - 1984
  • Anita - 1984
  • Noda X - 1984
  • Mawar Berbisa - 1984
  • Dia Yang Berhati Baja - 1985
  • Komando Samber Nyawa - 1985
  • Darah Perjaka - 1985
  • Gantian Dong - 1985
  • Putri Duyung - 1985
  • Carok - 1985
  • Bukit Berdarah - 1985
  • Sunan Gunung Jati - 1985
  • Tertembaknya Seorang Residivis - 1985
  • Si Buta Dari Gua Hantu - 1985
  • Satria Bambu Kuning - 1985
  • Terjebak Penari Erotis - 1986
  • Dendam Dua Jagoan - 1986
  • Petualangan Cinta Nyi Blorong - 1986
  • Menumpas Teroris - 1986
  • Langganan - 1986
  • Malaikat Bayangan - 1987
  • Pendekar Bukit Tengkorak - 1987
  • Cewek-Cewek - 1987
  • Kelabang Seribu - 1987
  • Pendekar Ksatria - 1988
  • Pertarungan Iblis Merah - 1988
  • Bangkitnya Si Mata Malaikat - 1988
  • Mandala Penakluk Satria Tartar - 1988
  • Siluman Kera - 1988
  • Siluman Srigala Putih - 1988
  • Rimba Panas - 1988
  • Si Pahit Lidah Dans Si Mata Empat - 1989
  • Buronan - 1989
  • Pembalasan Si Mata Elang - 1989
  • Gerbang Keadilan - 1989
  • Sumpah Si Pahit Lidah - 1989
  • Genta Pertarungan - 1989
  • Jago-Jago Bayaran - 1989
  • Jaringan Terlarang II - 1990
  • Mat Pelor - 1990
  • Ekspedisi Harta Karun - 1990
  • Melacak Tapak Harimau - 1990
  • Pemburu Nyawa - 1990
  • Pedang Naga Pasa - 1990
  • Tiada Titik Balik - 1991
  • Bang Somad Si Tangan Satu - 1991
  • Pemburu Teroris - 1994
  • Amrin Membolos - 1996

Sinetron

  • Mahkota Mayangkara (1992)
  • Mahkota Majapahit (1993)
  • Kaca Benggala (1993)
  • Singgasana Brama Kumbara (1995)

(lif)

Berita Terkait

Baca Juga