Pasutri di Pessel, Sulap Barang Bekas Menjadi Tas Cantik Lagi Menawan

Pasutri di Pessel Sulap Barang Bekas Menjadi Tas Cantik Lagi Menawan Foto:Covesia/Indra Yen

Covesia.com - Sejumlah barang bekas berupa minuman gelas plastik diolah menjadi tas cantik dan menawan oleh sepasang suami istri di Kampung Ganting Kubang, Nagari Kambang Utara, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar)

Nurimas (50) adalah istri dari Bapak Idrus (57) mereka dapat mengelola gelas plastik bekas menjadi tas cantik indah dan juga menawan.

Kerajinan yang mereka miliki itu, tampak berkembang menjadi usaha dalam rumah tangganya.

Seperti halnya yang di ungkapkan Nurimas kepada Covesia.com, Kamis (8/2/2018).

“Setidaknya dengan adanya kerajinan tas-tas yang berbahan gelas plastik ini. Bisa mengisi waktu kosong di rumah, Alhamdulillah hasilnya sudah ada yang membeli," terangnya.

Ia menjelaskan, dalam proses pembuatan Nurimas memulai dari memotong bibir gelas bekas, hingga dirajut dengan benang kur serta pita berbahan dawai dengan bervariasi warna yang diinginkan, setelah dirajut sesuai bahan yang digunakan dan akhirnya berubah menjadi sebuah tas utuh dan siap untuk di pasarkan.

Sedangkan untuk bahan utama, Nurimas menggunakan bibir gelas plastik bekas yang digunakan dengan ukuran sedang 190 mililiter.

“Nanti berapa yang terkumpul kita sesuaikan pula dengan kebutuhannya. Jadi, gelas-gelas plastik itu dipotong dari bagian tengah dan bibir untuk dirangkai menjadi kerangka tas,” jelasnya lagi.

Benang yang digunakan berukuran ikat sepatu. Setelah selesai dirajut menjadi kerangka tas, lalu diberi busa sesuai ukuran tas, ditambah risleting dan tangkai yang dibeli di pasar.

Hanya butuh waktu tiga hari Nurimas dan suaminya bisa menyelesaikan satu tas, karna pasangan suami istri ini hanya menggunakan peralatan seadanya.

Katanya lagi, tas cantik dengan berbagai bentuk variasi yang sudah selesai dipatok seharga Rp150 ribu sampai Rp200 ribu. Harga itu, disesuaikan dengan ukuran dan model tas yang telah dibuat.

“Untuk formula ini, saya belum ada pasar. Kalau ada yang mesan, ya dibuat. Seperti ada yang mesan, dari Dharmasraya dan Padang. Alhamdulillah, sudah mulai ada yang meminati," ulasnya.

Ia berharap, hasil karajinan tangan yang dibuatnya bisa menjadi ekonomi kreatif dan berkembang sesuai selera pasar. Setidaknya, kerajinannya itu bisa menjadi produk lokal dan menggejot UMKM kreatif daerah.

Kalau berkembang, harapan saya bisa menjadi nilai jual terhadap daerah. Setidaknya, sebagai kerajinan promosi untuk daerah," pungkasnya.

kontributor Pessel: Indra Yen


Berita Terkait

Baca Juga