Ratusan Masyarakat di Wilayah Ini Harus 'Berjuang Nyawa' untuk Beraktivitas

Ratusan Masyarakat di Wilayah Ini Harus Berjuang Nyawa untuk Beraktivitas Jalan Curam di Jorong Rotan Getah, Nagari Muaro Sungai Lolo Pasaman (Foto: Heri Sumarno)

Covesia.com - Ratusan masyarakat di kampung Ranah Betung, Jorong Rotan Getah, Nagari Muaro Sungai Lolo Kecamatan Mapattunggul Selatan, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat terpaksa menempuh jalan yang curam saat beraktivitas didaerah tersebut setiap hari.

Pasalnya, kampung yang dihuni sebanyak 47 Kepala Keluarga dengan jumlah penduduk 283 orang tersebut tidak memiliki pilihan lain, selain berjuang melewati kondisi jalan curam itu meskipun mengancam nyawa mereka. Karena jalan tersebut merupakan satu-satunya akses yang menghubungkan kampung tersebut dengan daerah luarnya.

Salah seorang warga setempat, Imra (27) kepada Covesia.com, Jum'at (12/01/2018) mengaku mengeluh dengan kondisi tersebut.

"Kondisi jalan ini nyaris sangat memprihatinkan dan jelas mengancam nyawa setiap orang yang melewatinya. Sebab jumlah korban yang mengalami kecelakaan saat lewat sudah tidak terhitung lagi. Sementara ini satu-satu akses kami untuk beraktivitas dengan daerah luar. Sebenarnya masyarakat disini sudah berkali-kali menyampaikan keluhan ini kepada pemerintah daerah, namun sampai detik ini hanya sekedar janji belaka," terangnya.

Menurut Imra, kondisi badan jalan tersebut sudah lama mengalami rusak parah, namun belum ada perhatian serius pemerintah daerah setempat.

"Kondisi badan jalan ini sudah lama yang disebabkan runtuhnya tebing jalan, sehingga membuat badan jalan curam seperti ini. Kami berharap Pemkab Pasaman jangan hanya sekedar mengumbar janji, tolonglah disikapi dengan serius sebelum jumlah korban semakin banyak," tegasnya.

Sementara itu warga setempat, Hetry (27) mengatakan penduduk setempat setiap hari harus mendorong kendraannya agar bisa melewati ruas jalan tersebut.

"Seluruh masyarakat disini terpaksa mendorong kendraannya ditengah gelimangan tanah liat untuk bisa lewat. Tidak jarang pengemudi mengalami kecelakaan karena medan jalan yang ekstrim. Kami tidak bisa berbuat apa-apa selain menunggu realisasi dari janji-janji Pemerintah Kabupaten Pasaman," pungkasnya.

(her/adi)

Berita Terkait

Baca Juga