Polres Pasaman Musnahkan 13 Paket Besar Narkotika Jenis Ganja

Polres Pasaman Musnahkan 13 Paket Besar Narkotika Jenis Ganja Pemusnahan 13 paket besar Ganja di Polres Pasaman, Selasa (23/2/2021).

Covesia.com - Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat melakukan pemusnahan terhadap 13 paket besar hasil penangkapan tindak pidana Narkotika golongan I jenis Ganja di halaman Mapolres setempat, Selasa (23/2/2021) tadi.

Kapolres Pasaman, AKBP Dedi Nur Andriansyah, SIK M. Si melalui Kasatres Narkoba, Iptu Syafri Munir, SH mengatakan 13 paket besar Ganja dengan berat kotor 13,309,08 Gram itu didapatkan dari dua tersangka Narkoba yang diringkus di jalan lintas Sumatera Medan-Bukittinggi tepatnya di Pasar Inpres Tapus Jorong Sentosa Kenagarian Padang Gelugur, Kecamatan Padang Gelugur sekitar pukul 05.30 WIB, Selasa (9/2/2021) lalu.

"Adapun kedua tersangka masing-masing berinisial FR (20) warga Dusun Lubuk Bernai Desa Keritang Kecamatan Kemuning, Kabupaten Inhil dan RS (27) warga Desa Limau Sundai Kecamatan Binjai Barat Kota Binjai," terang Kapolres Pasaman, AKBP Dedi Nur Andriansyah, SIK M. Si didampingi Kasatres Narkoba, Iptu Syafri Munir.

Dari tangan kedua tersangka kata AKBP  Dedi Nur Andriansyah, SIK M. Si turut diamankan Barang Bukti (BB) berupa 13 paket besar diduga Narkotika jenis Ganja yang dibalut dengan lakban warna coklat.

"Kemudian satu paket sedang diduga Narkotika jenis Ganja yang dibalut dengan kertas warna coklat dengan berat kotor 112, 93 Gram. Selanjutnya satu buah tas ransel warna hitam dan satu unit sepeda motor merek Honda Scoopy warna Hitam dengan Nomor Polisi BA 3126 CY," katanya.

Keseluruhan Barang Bukti kata dia yang di sisihkan seberat 2,8 Gram untuk kepentingan pemeriksaan laboratorium / Pemeriksaan secara ilmiah di BPOM Padang.

"Terhadap paket nomor 1 digunakan untuk kepentingan pembuktian di persidangan. Sedangkan paket nomor 2 sampai 14 seluruhnya di musnahkan di  Mapolres Pasaman," katanya.

Terhadap kedua tersangka itu disangkakan Pasal 114 ayat (2) jo pasal 115 ayat 2 jo pasal 111 ayat 2 jo pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

Pelaksana harian Bupati Pasaman, Mara Ondak mengaku sangat mengapresiasi apa yang telah di lakukan oleh pihak Polres Pasaman dalam memberantas Peredaran Narkoba di wilayah Pasaman.

"Kabupaten Pasaman merupakan salah satu jalur utama perlintasan Narkoba antar Provinsi. Untuk itu perlu dukungan seluruh pihak termasuk masyarakat dalam mengantisipasi dan mencegah peredaran Narkoba tersebut. Guna menjaga generasi muda khususnya Pasaman terhindar dari barang haram tersebut," kata Mara Ondak.

Sementara itu  Kasi Barang Bukti Kejaksaan Negeri Pasaman, Yus Iman Mawardin Harefa mengatakan bahwa pihaknya tetap meningkatkan kerjasama dengan Polres Pasaman dalam mengungkapkan peredaran Narkoba ini.

"Kepada tersangka nantinya akan di berikan sangsi hukuman yang berat agar menimbulkan efek jera terhadap pelaku lain. Kemudian sejauh ini sudah cukup banyak kasus yang sama telah di ajukan ke Pengadilan setempat," tutupnya. 

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga