Akibat Kekeringan, Puluhan Hektar Sawah Petani di Padang Gagal Panen

Akibat Kekeringan Puluhan Hektar Sawah Petani di Padang Gagal Panen Khairul Anwar saat melihatkan padinya yang mati di tengah sawah yang retak-retak akibat kekeringan satu bulan terakhir ini, Kamis (18/2/2021)(Foto: Covesia/ Primadoni)

Covesia.com - Puluhan Hektar sawah petani di kawasan Aru Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) gagal panen akibat kekeringan yang melanda di daerah itu satu bulan terakhir.

Dari pantauan covesia.com, di lokasi Aru Gunung Sarik tersebut, tampak sejumlah sawah yang tanahnya mulai retak-retak dan padinya sudah mulai mati.

Seorang petani di daerah itu, Khairul Anwar menyebutkan, kekeringan ini sudah dialaminya sudah jelang satu bulan ini, dan mengakibatkan padi yang ia tanam gagal panen.

"Hujan sudah hampir satu bulan ini tidak turun, jadi padi kami yang biasanya dialiri oleh saluran irigasi, kini tidak dapat lagi, karena dari hulu sungainya yang kering," ungkap Khairul saat dihampiri covesia.com, Kamis siang (18/2/2021).

Khairul juga menjelaskan selain kekeringan yang menyebabkan gagal panen ini, padinya juga diserang oleh hama wereng dan Kepinding (kutu busuk).

Lebih lanjut kata Khairul, akibat gagal panen ini, banyak petani di daerahnya alami kerugian yang cukup signifikan. 

"Biasanya dari satu petak sawah kita bisa panen sekitar 10 karung padi, namun sekarang hanya bisa dua karung, ada juga biasanya 28 karung, sekarang tidak bisa panen apa-apa lagi," jelasnya.

Untuk saat ini, Khairul beserta petani lainnya sembari menunggu hujan turun di daerah itu, ia kembali melakukan penggarapan sawah miliknya dengan membajak dengan mesin tracktor untuk penggemburan tanah.

"Sembari menunggu hujan turun, kita gemburkan saja tanahnya dulu, nanti pas hujan baru kita tinggal menyemai bibit saja lagi," kata dia.

(don)

Berita Terkait

Baca Juga