Petani Durian di Batang Kapeh Kecewa, Walnag Kuasai Aset BUM-Nag Demi Kepentingan Pribadi

Petani Durian di Batang Kapeh Kecewa Walnag Kuasai Aset BUMNag Demi Kepentingan Pribadi BUM-Nag Nagari Taratak Tapatih di Kecamatan Batangkapas, Pessel. (Indra Yen)

Covesia.com - Petani durian di Kenagarian Teratak Tempatih, IV Koto Mudiek, Kecamatan Batangkapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) merasa kecewa terhadap wali nagari setempat. Kekecewaan tersebut dikarenakan, wali nagari terlalu menguasai aset BUM-Nag untuk kepentingan bisnis pribadinya. 

"Freezer dan alat pendingin durian milik BUM-Nag, dipakai wali nagari untuk bisnis pribadinya. Seharusnya, itu digunakan BUM-Nag untuk kepentingan masyarakat, "sebut salah seorang petani pada Covesia.com yang tidak mau menyebutkan namanya, Rabu (17/2/2021). 

Ia menerangkan, aset BUM-Nag yang dipakai wali nagari berupa 5 unit freezer dan 10 unit kulkas. 

"Untuk freezer, 3 unit dibeli dengan uang BUM-Nag tahun anggaran 2017 dan sisanya melalui bantuan pemerintah daerah, "terangnya. 

Padahal katanya, pembelian freezer dan kulkas itu dibeli guna meningkatkan harga jual durian masyarakat. Dengan diolah melalui mesin pendingin, secara otomatis harga durian milik petani menjadi meningkat.

Kendati demikian, harap petani durian meminta pemerintah daerah dan aparat hukum segera mengaudit keuangan BUM-Nag di Kenagarian Teratak Tempatih.

"Kami sangat berharap. Idealnya saat musim durian ini, masyarakat dan BUM-Nag dapat pemasukan dengan adanya freezer dan kulkas itu," terang dia. 

Ia menambahkan, potensi durian ekonomi di Kenagarian Teratak Tempatih mencapai Rp10 miliar per tahun. Bahkan, jika dikelola dengan baik seperti freezer dan kulkas, bisa menjadi lebih.

"Satu orang petani satu hari pendapatannya bisa mencapai 6 juta, dari durian yang didapatkan petani satu hari. Jika, dikelola dengan baik pasti akan jauh lebih untung. Sebab, durian dijual per satu buah dengan durian yang diolah dengan freezer harganya jauh beda, "tutupnya. 

Sementara, Wali Nagari Teratak Tempatih, Zaimal Yunis ketika dihubungi wartawan tidak menjawab. Bahkan, ketika didatangi ke kantornya, pelayanan publik di kenagarian itu sudah tutup pada pukul 14.00 WIB

Secara terpisah, Anggota DPRD Pessel, dari Dapil I, IV Jurai-Batangkapas, Daskom meminta agar inspektorat segera mengaudit aset BUM-Nag yang ada di daerah itu. Jangan sampai keuangan negara dipakai untuk keuntungan pribadi. 

"Saya di Komisi I nanti akan minta pemerintah daerah melakukan audit terkait keuangan dan aset BUM-Nag," singkatnya. 

(ind)


Berita Terkait

Baca Juga