17 Kasus Pencabulan Terjadi di Wilayah Hukum Polres Bukittinggi Selama 2020

17 Kasus Pencabulan Terjadi di Wilayah Hukum Polres Bukittinggi Selama 2020 Ilustrasi

Covesia.com - Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bukittinggi, Sumbar, menyebutkan tersapat 17 kasus pencabulan terjadi sepanjang tahun 2020 di wilayah hukum kota itu.

Kasat Reskrim Polres Bukittinggi, AKP Chairul Amri Nasutian kepada Covesia.com, Senin (15/2/2021) mengungkapkan, dari 17 kasus pencabulan yang terjadi, 11 kasus terjadi di wilayah Agam Timur.

"Iya, kasus pencabulan di wilayah Agam Timur lebih mendominasi, sementara dari Bukittinggi hanya 6 kasus," katanya, Senin (15/2/2021).

Baca juga: Cabuli Muridnya Sejak 2013, Seorang Guru di Agam Ditangkap

Ia menerangkan, dari kasus pencabulan itu didominasi oleh tersangka berusia di atas 35 tahun dengan berbagai motif kejahatan, seperti pengancaman, dijanjikan untuk dinikahi hingga tidak dapat menahan hawa nafsu.

"Sedangkan untuk korban kebanyakan di bawah usia 12 tahun," sebutnya.

Ia menambahkan, untuk penyelesaian kasus perkara pencabulan tersebut telah tuntas di 2020 di mana masing-masing tersangka telah dijerat pasal pemerkosaan dan perlindungan anak di bawah umur.

Sementara itu, di awal tahun 2021, satreskrim Polres Bukittinggi menangani 2 kasus pencabulan.

Baru-baru ini, Bukittinggi dihebohkan dengan kasus pencabulan seorang oknum guru terhadap muridnya dengan dua korban. Satu korban telah dicabuli sejak tahun 2013 lalu.

"Kini kasus itu sedang kita mendalami kasus ini dengan meminta keterangan tersangka, saksi maupun korban," tuturnya.

(deb)

Berita Terkait

Baca Juga