Vaksinasi Nakes di Pasaman Baru Capai 24,93 Persen

Vaksinasi Nakes di Pasaman Baru Capai 2493 Persen Vaksinasi terhadap Nakes di Pasaman (Foto: Istimewa)

Covesia.com - Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman, melalui Dinas Kesehatan mengatakan capaian vaksinasi tenaga kesehatan (nakes) setempat baru 24,93 persen dari 1.390 orang yang telah lolos dari pendaftaran Kemenkes RI.

Plt. Dinas Kesehatan Pasaman, dr. Rahadian Suryanta mengatakan jumlah nakes yang ikut vaksinasi Sinovac itu masih tergolong sedikit.

"Total tersebut didapat dari pelaksanaan vaksinasi selama lima hari di 16 fasilitas kesehatan dari 18 fasilitas kesehatan yang telah disiapkan," terang Plt. Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, dr Rahadian Suryanta Lubis, Jumat (5/2/2021).

dr. Rahadian mengatakan kendala yang dirasakan selama pelaksanaan terkait  vaksinasi karena banyaknya tenaga kesehatan yang tidak lolos pada secreaning kesehatan.

"Disebabkan banyaknya tenaga kesehatan yang demam, penyakit komorbid hami, ibu menyusui dan penyakit lainnya," tambahnya.

Ia juga menambahkan yang ditunda saat di secreaning karena yang disebabkan tidak lolosnya nakes tersebut, dinas kesehatan Kabupaten Pasaman kembali melakukan secreaning untuk kelanjutannya apakah dilanjutkan dengan vaksinasi, proses ditunda atau  memang tidak layak dilakukan vaksinasi.

"Kita upayakan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ini bisa secepatnya terealisasi dengan maksimal," katanya.

Sejauh ini kata dia proses pelaksanaan vaksinasi tahap satu didaerah itu masih berjalan aman dan lancar.

"Alhamdulillah berjalan dengan baik. Tidak ada kendala yang berarti ditemukan dilapangan. Begitupun bagi yang sudah divaksin, belum merasakan keluhan atau efek samping. Kita harapkan selama kegiatan vaksinasi berjalan lancar hendaknya," katanya.

Meakipun demikian, terkait adanya kemungkinan adanya efek samping pada pasca-vaksinasi, kata Rahardian, seperti halnya semua imunisasi dan vaksinasi pada umumnya, pada vaksinasi covid-19 berdasarkan data yang ada, umumnya hanya gejala ringan.

"Kami memastikan kalau pun terjadi dampak, maka akan menjadi tanggungan pemerintah. Kita harapkan tidak ada dampak yang signifikan nantinya," kata dr. Rahardian. 

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat setempat untuk tidak takut akan adanya kegiatan vaksin Covid-19 itu nantinya.

"Secara medis, vaksin sinovac sebagai antibiotik Covid-19 sudah melewati proses uji klinis yang panjang dari pemerintah pusat. Vaksin ini sudah dijamin keamanannya. Jangan mudah terpancing isu yang keliru tentang vaksin sinovac tersebut. Semua ini dilakukan pemerintah untuk menjaga daya tahan tubuh dari bahaya Covid-19 ini. Mari kita sukseskan program vaksin covid, jangan ada yang menolak karena untuk kebaikan diri pribadi dan keluarga," bebernya.

Kata Rahardian lagi, mengingat masih terjadinya kasus baru covid-19 yang mengalami peningkatan di sejumlah daerah. Terlebih masih kurangnya tingkat kepatuhan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan maka pihaknya menghimbau agar masyarakat didaerah ini senantiasa meningkatkan protkes kesehatan dimanapun kita berada.

"Mari kita terapkan protkes demi kebaikan dan kesehatan kita bersama. Biasakan cuci tangan pakai sabun, memakai maskes, serta menjaga jarak atau jaga kontak sosial," pintanya.

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga