Leon Agusta Institute Kembali Memulai Program Gerakan Sumbar Makmur yang Sempat Tertunda

Leon Agusta Institute Kembali Memulai Program Gerakan Sumbar Makmur yang Sempat Tertunda Ketua Umum LAI, Julia F. Agusta (kanan) yang didampingi Ketua LAI Sumbar Asraferi SabrI (Foto: Covesia/ Doni)

Covesia.com - Sempat tertunda karena masa pandemi Covid-19, Leon Agusta Institute (LAI) kembali akan memulai program Gerakan Sumbar Makmur (GSM) pada tahun 2021 ini.

"Setiap awal tahun, LAI selalu menyepakati suatu program, lalu disampaikan kepada masyarakat untuk kemudian diangsur untuk dijalankan bersama. Untuk tahun ini, kita fokus dan kembali optimis memulai GSM," sebut Ketua Umum LAI, Julia F. Agusta, yang didampingi Ketua LAI Sumbar Asraferi Sabri, dan Sekretaris LAI Ria Febrina, Rabu (27/1/2021).

Ia menambahkan, Gerakan Sumbar Makmur menjadi prioritas LAI pada tahun 2021 ini yang dilaksanakan dengan etika budaya, saling menghormati, saling percaya, dan bersama bekerja untuk kepentingan bersama warga Sumatera Barat.

Kemudian pendekatan GSM tersebut dimulai dari gerakan mendorong optimalisasi CSR dan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).

"Lebih kongkritnya, program GSM mendorong optimalisasi pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan, CSR BUMN dan BUMD di Sumbar, sebagai potensi finansial untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Selain itu juga mendorong optimalisasi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) sebagai potensi sumber daya strategis pembangunan manusia di Sumbar," jelasya.

Ia menyatakan LAI pada dasarnya bertujuan mencapai pembangunan kesejahteraan berbasis kebudayaan dengan mengkongkritkan pertumbuhan ekonomi melalui pendekatan kebudayaan.

Lebih lanjut Julia mengungkapkan beberapa program kerja LIA yang telah terlaksana antara lain FGD Gerakan Perubahan di Jalan Budaya (2014), Dialog Kerja Kebudayaan (2014), Inisiator Pendirian Forum LSM se Sumatera Barat (2015), PAGA Awards Penghargaan Kebudayaan (2015), Inisiator Pendirian Masyarakat Gerakan Perubahan di Jalan Budaya (2015).

Selanjutnya program Diklat Jurnalistik Pemuda Pembangunan (2016), Workshop Penulisan Skenario Film Pendek (2016), Mendirikan Pusat Pelatihan PAGA Akademi Silat Minangkabau (reguler) (2017), PAGA Beasiswa Budaya (sejak 2017 sampai saat ini ada 70 mahasiswa dan 26 siswa), Kelas Kebudayaan (reguler) (sejak 2017), Dialog Interaktif Gerakan Perubahan di Jalan Budaya (2018), Kemah Budaya Mahasiswa (2019), LAI Goes to Campus reguler (sejak 2019, Donasi Pangan Dampak Covid-19 Sumbar (2020).

Pada kesempatan tersebut, LAI juga melalukan peluncuran kartu anggota gerakan perubahan di Jalan Budaya. Ke depan, kata Julia, LAI juga berencana untuk membangun Pusat Kebudayaan LAI yang mencakup Teater Utama, Teater Terbuka dan Galeri di Kota Padang.

Julia juga menyebutkan, LAI membuka diri dan akan terus menjalin komunikasi dan dukungan dari berbagai pihak. Saat ini sudah ada 31 Lembaga Swadaya masyarakat (LSM) di 19 Kab/Kota di Sumbar yang ikut bergabung bersama. 

"Untuk Gerakan Sumbar Makmur ini, kami mohon dukungan. Saatnya bersama untuk bekerja bersama dengan tujuan bersama membangun kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

(don)

Berita Terkait

Baca Juga