Antisipasi Konflik Dengan Warga, BKSDA Agam Pasang Peringatan di Sekitar Lokasi Telur Buaya

Antisipasi Konflik Dengan Warga BKSDA Agam Pasang Peringatan di Sekitar Lokasi Telur Buaya Foto: Istimewa

Covesia.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam, (BKSDA) Resor Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menghimbau masyarakat untuk tidak mendekati sarang telur buaya yang ditemukan di lahan sawit di Nagari Yiku V Jorong.

Kepala BKSDA Agam, Ade Putra mengatakan, mengantisipasi adanya serangan dari Buaya muara tersebut pihaknya sudah memasang spanduk peringatan serta tidak melepaskan hewan ternak di disekitar lokasi.

"Kita  mengimbau warga agar tidak mendekat dan mengurangi aktivitas di sungai dan rawa agar tidak diserang buaya muara," ujarnya saat dikonfirmasi Covesia.com Rabu (27/1/2021).

Dijelaskan Ade, buaya muara memasuki musim kawin pada bulan Januari sampai Juli, pada saat itu hewan dengan nama latin Crocodylus Porosusu ini akan bersifat agresif dan menyerang jika merasa terganggu.

Buaya yang akan kawin dan bertelur cenderung akan mencari lokasi yang aman dari gangguan individu lainnya. Semakin sempitnya habitat akibat meluasnya kawasan pertanian membuat buaya cenderung bertelur di perkebunan warga.

Buaya merupakan jenis satwa yang dilindungi oleh peraturan perundangan di Indonesia. Sesuai dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Perburuan oleh manusia dan serangan dari predator lainnya maupun sesama buaya merupakan ancaman terhadap kelestariannya.

Hasil pemantauan BKSDA, dari jumlah telur yang ada di alam, tingkat keberhasilan hidupnya ketika menetas hanya 25 persen, dan paling banyak hanya lima persen yang mencapai dewasa. 

(Jhn).

Berita Terkait

Baca Juga