Sepuluh Orang Pejabat Daerah di Pasaman Bakal Divaksin Covid-19 Jumat Ini

Sepuluh Orang Pejabat Daerah di Pasaman Bakal Divaksin Covid19 Jumat Ini Plt. Dinas Kesehatan (Dikes) Pasaman, dr. Rahardian Suryanta Lubis saat diwawancarai diruang kerjanya, Selasa (26/1/2021)(Foto: Sumarno)

Covesia.com - Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat melalui Dinas Kesehatan setempat mengatakan bahwa sesuai jadwal yang diterima dari Pemprov Sumbar, akan dilakukan Vaksin Covid-19 perdana bagi sepuluh orang pejabat di daerah itu pada hari Jumat (29/1/2021) mendatang.

Bupati Pasaman, Yusuf Lubis melalui Plt. Dinas Kesehatan, dr. Rahadian Suryanta Lubis mengatakan, sepuluh orang tersebut nantinya akan menjalani vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan di Puskesmas Lubuk Sikaping.

"Terkait penjadwalan bagi daerah Pasaman, dimana hari Kamis (28/1/2021) besok akan dilakukan penjemputan vaksin Covid-19 ke Dinkes Sumbar di Kota Padang. Pasaman sendiri mendapat alokasi vaksin sebanyak 2.920 buah. Nanti secara perdana akan dilakukan vaksinasi terhadap sepuluh pejabat daerah di Puskesmas Lubuk Sikaping (29/1) yaitu Bupati, Kapolres, Dandim 0305/pasaman, ketua DPRD, ketua IDI, Kemenag, MUI, Kadinkes, dan Direktur RSUD Lubuk Sikaping," terang dr. Rahadian Suryanta di ruang kerjanya, Selasa (26/1/2021) tadi.

dr. Rahadian Suryanta mengatakan penunjukan sepuluh orang pertama divaksin Covid-19 itu sudah sesuai dengan edaran dan Surat dari Kemenkes Republik Indonesia untuk penguatan kepercayaan publik.

"Kami sudah mendatangi kesepuluh orang pejabat daerah ini dan mereka menyatakan kesiapannya untuk divaksin Covid-19 pada Jumat besok. Namun Bapak Bupati Yusuf Lubis sesuai umur sudah uzur dan kita tunggu apakah nanti diwakilkan oleh Bapak Wakil Bupati atau yang lainnya sesuai arahan Bupati," tambahnya.

Selanjutnya kata dia akan dilakukan vaksinasi Covid-19 bagi ribuan tenaga kesehatan setempat yang layanan nantinya tersebar di 16 Puskesmas.

"Total tenaga kesehatan yang kita ajukan ke Kemenkes untuk di vaksin Covid-19 sebanyak 1.725 orang. Namun data yang turun usai di cek oleh Kemenkes hanya sebanyak 1.390 orang. Nanti dari jumlah ini akan dilakukan screning yang ketat sebelum dilaksanakan proses vaksinasi Covid-19. Ada 90 orang tenaga vaksinasi Covid-19 yang sudah mengikuti pelatihan yang kita siapkan untuk proses vaksin ini," katanya.

Untuk jadwal vaksin bagi ribuan tenaga kesehatan ini kata dia akan dimulai pada hari, Senin (1/2/2021) pekan depan.

"Untuk proses dari penjemputan Vaksin, penyimpanan dan distribusi vaksin ini akan mendapat pengawalan ketat dari aparat gabungan TNI-Polri. Sementara untuk vaksinasi tahap II bagi petugas pelayanan publik diperkirakan sekitar bulan Maret sampai April 2021 mendatang," katanya.

Katanya, untuk sarana distribusi vaksin ke puskesmas, dinas kesehatan Pasaman juga sudah menyiapkan mobil box yang mempunyai AC guna menjaga suhu vaksin tetap terjaga. 

"Begitu juga dengan sarana yang ada di puskesmas cold chain nya juga sudah disiapkan untuk penyimpanan vaksin tersebut," tambahnya. 

Sementara itu, terkait adanya kemungkinan adanya efek samping pada pasca-vaksinasi, kata Rahardian, seperti halnya semua imunisasi dan vaksinasi pada umumnya, pada vaksinasi covid-19 berdasarkan data yang ada, umumnya hanya gejala ringan. Ia memastikan kalau pun terjadi dampak, maka akan menjadi tanggungan pemerintah.

"Kita pastikan tidak ada dampak yang signifikan nantinya," kata dr. Rahardian. 

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat setempat untuk tidak takut akan adanya kegiatan vaksin Covid-19 itu nantinya.

"Secara medis, vaksin sinovac sebagai antibiotik Covid-19 sudah melewati proses uji klinis yang panjang dari pemerintah pusat. Vaksin ini sudah dijamin keamanannya. Jangan mudah terpancing isu yang keliru tentang vaksin sinovac tersebut. Semua ini dilakukan pemerintah untuk menjaga daya tahan tubuh dari bahaya Covid-19 ini. Mari kita sukseskan program vaksin covid, jangan ada yang menolak karena untuk kebaikan diri pribadi dan keluarga," bebernya.

Kata Rahardian lagi, mengingat masih terjadinya kasus baru covid-19 yang mengalami peningkatan di sejumlah daerah. Terlebih masih kurangnya tingkat kepatuhan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan maka pihaknya menghimbau agar masyarakat didaerah ini senantiasa meningkatkan protkes kesehatan dimanapun kita berada.

"Mari kita terapkan protkes demi kebaikan dan kesehatan kita bersama. Biasakan cuci tangan pakai sabun, memakai maskes, serta menjaga jarak atau jaga kontak sosial," pintanya.

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga