Istri Tersangka Kasus Pemerkosaan di Bukittinggi Bantu Suami Belikan Alat Kontrasepsi

Istri Tersangka Kasus Pemerkosaan di Bukittinggi Bantu Suami Belikan Alat Kontrasepsi Pasutri tersangka kasus pemerkosaan saat diperiksa tim penyidik PPA Polres Bukittinggi, Selasa (26/1/2021)(Foto: Covesia/Debi)

Covesia.com - YN (40), istri dari tersangka AF (36) merupakan salah satu tersangka kasus pemerkosaan gadis 27 tahun di Bukittinggi.

Tersangka YN yang juga berprofesi sebagai ASN di pemerintahan kota Bukittinggi memiliki peran penting dalam kasus kekerasan seksual yang dilakukan suaminya AF (36) di kediamannya. 

Kepala satuan reserse dan kriminal Polres Bukittinggi, AKP Chairul Amri Nasution mengatakan peran tersangka YN sendiri terlihat jelas karena membantu suaminya untuk menghubungi korban yang saat kejadiaan sedang bekerja dan membawa korban ke kediaman mereka.

"Sesampai di rumah tersangka YN memaksa korban untuk berhubungan suami istri dengan suaminya. YN juga membantu membuka baju korban dan membelikan kondom untuk suaminya," jelas AKP Chairul Amri Nasution, Selasa (26/1/2021).

Lebih lanjut, Chairul Amri Nasution menyampaikan bahwa tersangka YN melakukan keinginan suaminya karena diancam akan diceraikan. YN juga mengancam korban akan menyebarluaskan foto dan video syur yang korban kirim kepada suaminya.

Tak sampai disitu, tersangka AF juga mengancam korban dan keluarganya akan dibunuh jika kejadian itu diberitahukannya.

Diketahui tersangka AF dan korban sama-sama bekerja sebagai karyawan toko di kawasan Aur Kuning Bukittinggi. Sejak tahun 2018 korban seringkali dilecehkan oleh tersangka AF hingga meminta mengirimkan foto dan video syur korban kepada tersangka.

Sedangkan menurut pengakuan tersangka AF sendiri bahwa ia memaksa istrinya untuk bisa berhubungan badan dengan korban dan hal itu dilakukan tersangka atas suka sama suka tanpa paksaan. Dan AF mengaku bahwa korban sendiri yang sering mengirim foto dan video syurnya tanpa diminta kepada tersangka.

Tersangka AF sendiri juga membantah mengancam akan membunuh korban dan keluarganya karena telah menjalin hubungan perselingkuhan selama 2 tahun.

Berdasarkan hasil visum terhadap korban, kata AKP Chairul Amri Nasution, terbukti korban mengalami kekerasan seksual.

"Atas perbuatannya tersangka AF terancam 12 tahun kurungan penjara dan YN 9 tahun kurungan penjara," tutupnya.

(deb)

Berita Terkait

Baca Juga