Polisi Ungkap Motif Pemerkosaan yang Melibatkan Pasutri di Bukittinggi

Polisi Ungkap Motif Pemerkosaan yang Melibatkan Pasutri di Bukittinggi Ilustrasi (Dok.Covesia)

Covesia.com - Setelah melakukan penangkapan terhadap pasangan suami istri pada Sabtu (23/1/2021) lalu atas kasus pemerkosaan gadis 26 tahun dan melakukan pemeriksaan, akhirnya satuan reserse dan kriminal Polres Bukittinggi berhasil mengungkap motif kasus pemerkosaan tersebut.

Kasat reskrim Polres Bukittinggi, AKP Chairul Amri Nasution, mengungkapkan motif kasus ini terungkap setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap AF (36) dan YN (40) kepada korbannya yang berusia 26 tahun.

"Kejadian pemerkosaan berawal rasa suka AF terhadap korban dan berlanjut dengan seringnya tersangka menggoda korban di tempat mereka berdua bekerja. Sekitar tahun 2018 ketika pulang bekerja tersangka AF memaksa korban untuk naik keatas sepeda motor yang dikendarainya dan selanjutnya membawa ke rumahnya yang dalam keadaan sepi, sesampai di rumah, AF memaksa korban untuk melakukan hubungan suami istri dengannya," jelasnya, Senin (25/1/2021).

Setelah melakukan hubungan suami istri, AF mengancam akan membunuh orang tua korban dan akan menyebarkan foto dan  video syur mereka apabila melaporkan kejadian tersebut kepada orang lain.

Selanjutnya tersangka AF juga sering meminta korban untuk mengirimkan video syur korban melalui pesan WhatsApp, karena merasa takut dengan ancaman pelaku korban mengirimkan video syur kepada AF. 

Pada tahun 2020 hubungan terlarang AF dan korban terkuak oleh sang istri, dan terjadilah percekcokkan di dalam rumah tangga mereka. Disitulah, AF mengancam akan menceraikan sang istri, karena takut akan di ceraikan, sang istri menuruti permintaan suaminya untuk ingin kembali berhubungan dengan korban.

"Ancaman akan diceraikan itulah yang membuat tersangka YN menghubungi korban dan membawa korban kerumahnya dan memaksa korban untuk kembali melakukan hubungan layaknya suami istri dengan suaminya di hadapan YN yang terjadi sebanyak 2 kali," ungkapnya.

Lebih lanjut, AKP Chairul Amri Nasution mengatakan pada tanggal 19 Januari 2021 korban melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Bukittinggi dan melakukan penangkapan terhadap pasangan suami istri tersebut.

"Atas kasus ini, kita sangat menyayangkan keputusan yang di ambil oleh sang istri yang menuruti permintaan suaminya karena takut akan diceraikan," katanya.

Dan atas perbuatannya, tersangka AF dikenakan pasal 285 KUH Pidana dengan ancaman 12 tahun penjara sedangkan tersangka YN dengan pasal 289 KUH Pidana dengan ancaman 9 tahun penjara.

(deb)


Berita Terkait

Baca Juga