Kata Kadis PSDA Sumbar soal Oknum ASN Tertangkap Mesum di Hotel

Kata Kadis PSDA Sumbar soal Oknum ASN Tertangkap Mesum di Hotel Penggrebekan salah seorang ASN PSDA Sumbar diduga berbuat mesum di salah satu hotel di Pasaman Barat. Sumber: istimewa

Covesia.com - Insiden memalukan diduga dilakukan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berbuat mesum di salah satu hotel di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) pada Sabtu (16/1/2021) dini hari. Hal itu ditanggapi Kepala Dinas (Kadis) Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumatra Barat (Sumbar), Rifda Suriani.

Rifda tidak menampik bahwa seseorang yang disebut-sebut sebagai oknum ASN berinisial AM (56) tersebut merupakan ASN di PSDA Sumbar. Namun, katanya, yang bersangkutan dahulu dipekerjakan ke Balai (Sungai).

"Sekarang dikembalikan ke PSDA Sumbar pada Januari 2021 ini, saya pribadi belum tahu wajahnya sampai sekarang. Rabu (20/1/2021) rencananya saya panggil, dia berjanji akan datang," kata Rifda, Rabu (20/1/2021).

Baca juga: Mesum di Hotel, ASN PSDA Sumbar Kelabui Petugas dengan Surat Nikah Palsu

Menurut Rifda, AM diketahui baru bertugas pada Januari 2021 setelah dipindahkan dari Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V. Yang bersangkutan akan mengurus kepindahannya ke pusat dan kepindahannya dari tempat lama ke PSDA Sumbar kata Rifda juga terkesan mendadak.

"Dia belum sampai sebulan di sini, kami masih berupaya mengurus kepindahannya ke pusat, banyak itu (yang dipekerjakan) untuk pindah ke pusat, dan itu kami fasilitasi untuk mengikuti asesmen, suratnya dikirim ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD), jika mereka lulus maka bisa pindah (ke pusat)," katanya.

"Sebelum ke PSDA Sumbar dia di BWSS V, dia pegawai daerah. Ketika proyek pusat ada di bawah dinas, jadi ketika penempatan, statusnya daerah, karena proyek pusat di Balai, sejak Balai berdiri, dia sudah lama di Balai, dia sudah disitu, dia di lapangan, di Pasaman (tugasnya)," sambungnya.

Rifda tidak menampik bahwa AM memang berstatus sebagai ASN. Dirinya juga baru tahu informasi tersebut dari media dan mengaku kaget. Dari internal (PSDA), Rifda telah meminta anggota untuk mencari dan memanggil yang AM.

"Jika Satpol PP sendiri yang datang, tentu kami akan dapat informasi yang jelas, keluarganya juga belum melapor. Menurut saya ini memalukan, saya tahunya ini sudah terjadi, selama ini aman-aman saja, tapi kami tak bisa juga menampik kejadian ini," ucapnya.

Sementara Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Pasbar, Abdi Surya mengatakan, pihaknya melakukan penggerebekan terhadap AM berdasarkan laporan istrinya sendiri.

"Jadi bersama istrinya kami pergi, memang ada di halaman hotel ada mobilnya sedang terparkir. Pada saat penggerebekan, yang bersangkutan hanya memakai celana tanpa pakai baju. Dari hasil pemeriksaan, mereka memang sudah berhubungan suami istri," kata Abdi.

Dari pengakuan keduanya, kata Abdi, mereka sudah berhubungan sudah dua tahun. Si perempuan selingkuhan AM diketahui berasal dari salah satu daerah di Kabupaten Pasaman dan berstatus janda.

"Ini tidak pernah kejadian disini, mereka bisa menginap di sana dengan menunjukkan selembar surat nikah siri dengan (janda) itu dan mengatakan dia sudah berstatus duda," katanya.

Namun dari hasil pemeriksaan, surat (nikah siri) itu hanya ditandatangani oleh sakso tanpa menyertakan nama, sehingga pihaknya menilai surat itu palsu.

"Sebagai petugas penegak peraturan daerah (Perda), kami hanya memberikan surat pernyataan, karena dia ini ASN maka akan kami teruskan ke pimpinan dia dalam satu hingga dua hari ke depan berdasarkan peraturan pemerintah (PP) nomor 30 tentang PNS yang berhak menindaknya adalah atasannya, kami hanya dari sisi perda saja menindak.

"Setelah kejadian ini, kami membina hotel ini, menyeleksi surat pasangan ini, jika diragukan tidak diterima saja, padahal dua hari sebelumnya kami juga telah melakukan razia, yang menjadi perhatian ini kan ASN," katanya.

Abdi Surya mengeklaim pihaknya akan menyurati secara resmi dalam proses satu hingga dua hari ke depan. 

"Tapi pihak PSDA Sumbar belum ada konfirmasi ke kami, tapi kami tetap melaporkan kejadian ini, pasti ada tindak lanjut. Sanksi moral terkait tindakan ini pasti ada di dalam aturan ASN," tutupnya. 

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga