Mesum di Hotel, ASN PSDA Sumbar Kelabui Petugas dengan Surat Nikah Palsu

Mesum di Hotel ASN PSDA Sumbar Kelabui Petugas dengan Surat Nikah Palsu Penggrebekan ASN PSDA Sumbar yang berbuat mesum di salah satu hotel di Pasaman Barat. Sumber: istimewa

Covesia.com - Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pasaman Barat menggerebek seorang ASN PSDA Dinas PU Pemprov Sumatera Barat dengan seorang perempuan yang bukan pasangan resminya di salah satu kamar hotel di Pasaman Barat.

Penggerebekan itu didampingi oleh istri dari oknum ASN Pemprov Sumbar inisial AM (56) itu sendiri, setelah Sat Pol PP menerima laporan dari istri oknum ASN itu bahwa suaminya sedang berada dalam kamar di salah satu hotel dengan wanita lain.

"Kita melakukan penggerebekan usai menerima laporan dari istri oknum ASN ini. Katanya ia sudah membuntuti suaminya sejak dari Kabupaten Pasaman tepatnya dari Lubuk Sikaping," sebut Kasat Pol PP Pasaman Barat Abdi Surya, Selasa (19/1/2021).

Ia menjelaskan penggerebekan itu dilaksanakan pada Sabtu (16/1) sekira pukul 00.30 WIB dini hari. Saat digerebek dalam kamar, oknum ASN ini ditemukan dalam keadaan tanpa busana dengan seorang wanita.

"Semula oknum ASN ini berupaya mengelabui petugas dengan mengeluarkan sehelai kertas surat nikah. Namun setelah diperiksa ternyata palsu. Ia juga tak berkutik ketika melihat istrinya hadir," jelasnya.

Meski oknum ASN ini sudah mengakui perbuatannya di hadapan istri sah nya, namun ia menolak untuk membuat surat perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatan serupa dan melakukan pembangkangan.

"Saya tak mau buat surat perjanjian pak, terserah sajalah, apa yang akan terjadi," ucap oknum ASN berinisial AM ini ditirukan Kasat Pol PP Abdi Surya kepada wartawan.

Abdi Surya sangat menyesalkan sikap moral dari AM yang seorang ASN hendaknya menjadi tauladan ditengah-tengah masyarakat. 

Akibat peristiwa itu, pihaknya akan meneruskan hasil penggrebekan tersebut kepada atasan yang bersangkutan di PSDA Dinas PU Provinsi Sumbar.

"Tugas kita sebagai penegak Perda mengirim laporan kepada atasan bersangkutan, tentunya atasan ASN ini yang akan memberikannya sanksi sesuai dengan Undang-Undang kepegawaian," tegas Abdi Surya.

Diterangkannya sesuai Perda No 13 tahun 2018 terhadap perubahan Perda No 9 Tahub 2017 tentang Keamanan dan Ketertiban Umum yang didalamnya terdapat aturan pemberantasan maksiat dan penyakit masyarakat.

"Perda Pasaman Barat sudah sangat jelas dan tegas. Untuk itu kita sebagai penegak perda berkewajiban untuk memberantas maksiat di Bumi Mekar Tuah Basamo ini," terangnya.

Di samping itu ia juga berterima kasih atas laporan masyarakat dan dukungan untuk pemberantasan penyakit masyarakat di Pasaman Barat. Hal ini telah sesuai dengan visi dan misi Bupati Pasaman Barat.

Sedangkan terhadap pengelola penginapan tempat onkum tersebut melakukan maksiat, Andi Surya akan memperingati agar lebih selektif untuk melihat surat nikah pengunjung.

"Para pengelola penginapan di Pasaman Barat jangan mudah tertipu dengan kertas selembar saja, waspadai juga surat nikah bodong alias palsu," katanya. 

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga