Polres Payakumbuh Lakukan Rekonstruksi Pembunuhan Gadis di Situjuah Batua, 40 Adegan Diperagakan

Polres Payakumbuh Lakukan Rekonstruksi Pembunuhan Gadis di Situjuah Batua 40 Adegan Diperagakan Rekonstruksi terhadap kasus pembunuhan seorang gadis di Jorong Bumbuang, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota, Rabu (9/12/2020).

Covesia.com -  Polres Kota Payakumbuh melakukan rekonstruksi terhadap kasus pembunuhan seorang gadis di Jorong Bumbuang, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota, Rabu (9/12/2020). 

Rekonstruksi yang dilaksanakan Selasa (19/1/2021) pagi di Tempat Kejadian Peristiwa (TKP). Sebanyak 40 adegan diperagakan oleh tersangka, AM (19) yang tega menghabisi nyawa pacarnya (IP) 21 karena tidak mau diajak berhubungan badan.

Dalam reka adegan tersebut diketahui bahwa ketika sampai di pondok kedua sejoli itu sempat bercumbu. Tersangka AM tak puas hanya sekedar bercumbu. Ia pun mengajak korban untuk berhubungan badan. Namun ditolak korban.

Pada adegan ke-13, tersangka merayu jika mau berhubungan badan, maka ia akan menikahi korban. Rayuan ini pun tetap ditolak korban. 

Rayuan dan penolakan ini berlangsung sampai adegan ke 17. Kesal keinginannya tak dipenuhi, tersangka mulai memaksa. Ini membuat korban takut dan berteriak minta tolong.

Kalap dengan perlawanan korban, pada tersangka mencekik dan menyundul hidung korban. Sampai akhirnya korban tak lagi bergerak dan mulut korban mengeluarkan darah.

Mengetahui korban tidak lagi bergerak, tersangka langsung niat busuknya. Tidak hanya sekali, tersangka melakukannya sebanyak dua kali. Kemudian membuang jasad korban di sekitar pondok dengan posisi sujud.

"Hari ini kita melakukan rekonstruksi penganiyaan yang mengakibatkan kematian. Di awalnya kita menyiapkan 25 adegan, di lapangan berkembang menjadi 40 adegan," kata Kastreskrim Polres Payakumbuh, AKP M. Rosidi, Selasa (19/1).

Atas tindakannya tersebut, tersangka dijerat dengan pasal 351 KUHP tentang tidak pidana penganiayaan dan pasal 338 KUHP. "Untuk ancaman hukumannya 15 tahun penjara," pungkasnya. 

(agg)

Berita Terkait

Baca Juga