Pelayanan KIR di Pasaman Disetop Per Januari Ini, Para Sopir Angkutan Barang Mengeluh

Pelayanan KIR di Pasaman Disetop Per Januari Ini Para Sopir Angkutan Barang Mengeluh Para sopir angkutan barang saat mendatangi uji KIR di UPT PKB Pasaman, Kamis (14/1/2021)(Foto: Heri)

Covesia.com - Para sopir angkutan barang dan orang di daerah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat mengeluhkan tidak beroperasinya layanan uji kelayakan kendaraan (KIR), di daerah itu, Kamis (14/1/2021).

Salah seorang Supir truk barang, Eri (40) warga Tapus, Pasaman mengaku terkejut sudah jauh-jauh datang ke tempat itu, ternyata sudah tutup (tidak buka layanan) untuk uji kelayakan kendaraannya.

"Sejak tadi pagi-pagi sekali ke sini pak, sudah dua jam menunggu petugas ternyata tidak lagi membuka layanan (tutup). Padahal kami sangat butuh sekali," ungkapnya dengan nada kecewa.

Padahal kata dia usai mendapatkan KIR tersebut seperti biasanya sudah bisa beraktifitas menjemput Barang Pelet Ikan ke daerah Medan, Sumatera Utara.

"Rute trayek barang saya biasanya dari Tapus ke Medan untuk menjemput Pelet Ikan. Tapi dengan tidak bisanya mengurus KIR disini tentu ototmatis kami tidak bisa beraktifitas seperti biasanya," katanya.

Ia mengaku tidak tau apa yang akan terjadi dengan ekonomi keluarganya jika tidak bisa bekerja seperti biasa kalau terhalang dengan kadaluarsanya izin KIR kendaraannya tersebut.

"Apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini kondisi ekonomi makin sulit pak. Ditambah lagi tidak bisa jalan. Karena ini satu-satunya sumber mata pencaharian kami," katanya.

Pihak UPT Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) setempat kata dia hanya bisa menerbitkan rekomendasi untuk pengurusan KIR ke daerah pilihan Kota Payakumbuh atau Padang Panjang.

"Jelas akan memakan biaya besar jika truk Fuso ini mesti uji KIR dan dibawa ke Kota Payakumbuh atau Padang Panjang. Minimal biaya di jalan saja bisa memakan operasional Rp1 juta pak," tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ucok, salah seorang supir Family angkutan orang yang juga terlanjur antri di KIR UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Pasaman sangat menyayangkan kondisi tersebut.

"Kami para supir mengaku sangat kecewa dengan kondisi ini. Bayangkan pak, cuma ini pencaharian hari-hari kami. Jika tidak diurus KIR ini nanti bisa bermasalah juga saat beraktifitas," katanya.

Pihaknya berharap masalah tersebut bisa sesegera mungkin diatasi oleh pemerintah daerah setempat.

"Sebab ini menyangkut persoalan hajat hidup orang banyak. Mata pencaharian ekonomi masyarakat jelas akan terganggu. Jangan sampai persoalan ini berlarut-larut. Kasihan kami para supir," katanya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Pasaman, Afridansyah melalui Kepala UPT PKB, Asadi dilokasi KIR kepada Covesia.com, mengatakan layanan KIR tersebut terpaksa ditutup karena kekurangan alat Smart Card sesuai perintah Kemenhub.

"Sesuai edaran Kemenhub bagi uji KIR yang tidak memiliki alat Smart Card untuk penerbitan Bukti Lulus Uji Elektronik (BLUe) tidak dibolehlan memberikan layanan per 1 Januari 2021. Kita memang belum memiliki alat tersebut. Makanya terpaksa ditutup layanan sampai kita punya alat tersebut," kata Asadi.

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga