Gelombang Tinggi, Nelayan di Agam Tidak Melaut

Gelombang Tinggi Nelayan di Agam Tidak Melaut Ilustrasi

Covesia.com - Hasil tangkapan nelayan di kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) berkurang satu bulan terakhir, hal itu dipicu cuaca buruk yang melanda Sumatera Barat (Sumbar) beberapa pekan terakhir.

Ketua himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Agam, Arman Aciak mengatakan dalam sepekan terakhir kecepatan angin di sekitar laut Tiku berkisat antar 8 knot sampai 14 knot, sesuai informasi yang diterima, bahkan kecapatan tersebut bisa semakin meningkat  menjadi 14 knot sampai 20 knot.

"Kecepatan perkisaran angin ini memicu gelombang besar kondisi ini sangat membahayakan nelayan kapal kecil," ujarnya saat dikonfirmasi Covesia.com Rabu (13/1/2021).

Dilanjutkan Arman, selain itu dalam perhitungan nelayan setempat, hingga 2 pekan terakhir ikan diprediksi tangkapan ikan akan jauh berkurang. 

Menurut nelayan setempat saat ini kondisi bulan sedang menyusut, jadi ikan lebih senang berenang ke dasar laut, ditambah lagi tingginya curah hujan juga bisa menjadi pemicu badai di lautan yang membuat ikan-ikan semakin enggan mendekati umpan. 

"Di Tanjung Mutiara ini kan kebanyakan nelayan pancing, jadi kalo gelombang besar ikan tidak mau mendekati umpan, kondisi tersebut juga dirasakan nelayan bagan, sudah dua kali melaut tidak dapat ikan" lanjutnya.

Melihat kondisi tersebut para nelayan di pantai pasia tiku ini lebih memilih untuk menambangkan kapal-kapal hingga kondisi cuaca reda. "Sambil menunggu cuaca stabil biasanya kita memperbaiki alat tangkap dan kapal," imbuhnya.

Meski demikian kata Arman lagi, kondisi cuaca yang cukup ekstrim, sebagian nelayan masih tetap nekad mencari ikan namun tidak terlalu jauh ketengah lautan. "Jika gelombang atau badai nelayan yang melaut bisa segera bersandar ke pulau tangah," terangnya.

Tingginya kecepatan Angin beberpa hari terakhir ini dibenarkan olah Kepala Dinas Perikanan Dan Ketahanan Pangan (DPKP) Agam, Ermanto, jika cuaca ekstrim, hasil tangkapan ikan akan berkurang jauh. 

"Untuk sementara waktu kita himbau dulu jangan melaut, namun jika tetap bersikukuh mencari ikan, kami tekankan untuk tidak jauh dari bibir pantai," himbaunya.

(Jhn)

Berita Terkait

Baca Juga