Gabungan Polhut KPHL Pasaman Raya Amankan 45 Kubik Kayu Ilegal Selama 2020

Gabungan Polhut KPHL Pasaman Raya Amankan 45 Kubik Kayu Ilegal Selama 2020 Sejumlah potongan kayu yang diamankan oleh Polhut KPHL Pasaman Raya (ist)

Covesia.com - Tim gabungan Polisi Kehutanan (Polhut) UPTD KPHL Pasaman Raya bersama aparat TNI-Polri berhasil mengamankan dan temuan sekitar 45 Kubik Kayu hasil olahan illegal loging sepanjang tahun 2020 kemarin.

Kepala UPTD KPHL Pasaman Raya, Yandesman melalui Polisi Kehutanan, Manullang mengatakan seluruh Barang Bukti (BB) kayu ilegal loging itu ditangkap didaerah Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat.

"Untuk kayu tangkapan dan temuan yang kami amankan bersama jajaran Polhut KPHL Pasaman Raya totalnya sekitar 10,48 Kubik Kayu. Selebihnya merupakan hasil tangkapan bersama tim gabungan TNI-Polri, baik di wilayah Pasaman dan Pasaman Barat," terang Polhut KPHL Pasaman Raya, Manullang, Selasa (12/1/2021).

Dari operasi penangkapan itu kata Manullang berhasil mengamankan seorang tersangka illegal loging.

"Kemudian Barang Bukti (BB) berupa kendaraan roda dua sebanyak 3 unit, dan kendaraan roda tiga sebanyak 1 unit," tambahnya.

Jumlah penangkapan oleh jajaran Polhut KPHL Pasaman Raya ini kata dia cukup mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Untuk tahun 2019 lalu, kami dari Polhut saja berhasil mengamankan kayu tangkapan dan temuan sebesar 23,37 Kubik Kayu ilegal loging. Tersangka yang diamankan 7 orang dan 5 buah mesin chain saw. Untuk tahun ini alhamdulillah dari penindakan mengalami penurunan," katanya.

Disamping penindakan hukum kata dia, pihaknya juga sangat gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya dan hukuman menebang pohon secara ilegal dikawasan hutan lindung.

"Sosialisasi dan edukasi terus dilakukan. Agar masyarakat tidak lagi melakukan aktifitas ilegal loging. Sehingga alam kita lebih terjaga dan terhindar dari bahaya longsor dan banjir bandang serta hutan gundul. Kemudian kita galakkan juga reboisasi (penghijauan) dikawasan yang gundul," tutupnya.

(hri)


Berita Terkait

Baca Juga