Tahun Ini SMKN 3 Pariaman Rencanakan Buka Pelatihan Pengelasan Bawah Air

Tahun Ini SMKN 3 Pariaman Rencanakan Buka Pelatihan Pengelasan Bawah Air Kepala SMKN 3 Kota Pariaman, Rafuddin.

Covesia.com - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), merencanakan tahun ini akan membuka diklat atau pusat pelatihan pengelasan bawah air di sekolah tersebut. 

"Lahirnya program pelatihan pengelasan bawah air ini, yaitu hasil dari diklat yang saya lakukan dalam rangka Peningkatan Kapabilitas Manajerial Kepala SMK Berbasis Industri, yang diadakan Universitas Bina Nusantara (Binus) yakni pada tahun kemaren," sebut Kepala SMKN 3 Kota Pariaman, Rafuddin kepada Covesia.com pada Selasa (12/1/2021).

Lanjut Rafuddin, ini hasil dari diklat atau pelatihan yang dilakukannya, makanya ia merencanakan akan membuka pelatihan pengelasan bawah air.

"Pelatihan pengelasan bawah air nanti itu, juga merupakan untuk pengembangan dari program pengelasan yang ada di SMK 3 Kota Pariaman, tepatnya di mata pelajaran teknikal kapal penangkap ikan," ungkapnya.

Rafuddin menyebutkan, program pelatihan pengelasan bawah air tersebut, juga ada keterkaitannya dengan peningkatkan status SMKN 3 Kota Pariaman.

"Saat ini SMKN 3 Kota Pariaman, baru terdaftar di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Jadi kami akan meningkatkan statusnya menjadi bisa terdaftar di International Maritime Organization (IMO), yang merupakan badan khusus PBB yang bertanggungjawab untuk keselamatan dan keamanan aktivitas pelayaran dan pencegahan polusi di laut oleh kapal," jelasnya.

Agar bisa terdaftar tersebut, salah satu syarat, yaitu adanya Basic Safety Training (BST) yakni diklat untuk penyelamatan diri yang diadakan oleh sekolah. 

"Makanya itu kami harus membuat kolam, untuk melakukan simulasi bagaimana menyelamatkan diri dan menyelamatkan orang lain. Kolam yang dibuat nantinya akan dilengkapi sikoci," ucapnya. 

Dikatakan Rafuddin, keterkaitan pelatihan pengelasan bawah air peningkatkan status SMKN 3 Kota Pariaman, yaitu ke duanya sama-sama butuh kolam.

"Ini nanti akan kami sinkronkan, yakni satu kolam untuk dua kebutuhan tersebut, yaitu untuk BST guna peningkatkan status SMKN 3 Kota Pariaman, dan pengelasan bawah air," katanya. 

Rafuddin mengakui, bahwa semua itu buktuh waktu, namun pihaknya akan merencanakan ditahun ini hal itu bisa berjalan sesuai dengan diharapkan.

(pri)

Berita Terkait

Baca Juga