Awal Tahun, Harga Pangan di Agam Belum Stabil

Awal Tahun Harga Pangan di Agam Belum Stabil Pedagang cabai dan sejumlah bahan pokok pasar di Lubuk Basung (Foto: dok.covesia)

Covesia.com - Awal tahun 2021, cabai merah keriting di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) masih bertahan di harga Rp 50 Ribu /Kg.

Salah seorang pedagang Pangan dan rempah di pasar serikat Garagahan Lubuk Basung, Nita (51) mengatakan, meski terbilang turun harga cabai merah masih terbilang tinggi.

"Mingggu kemarin Cabai kami jual dengan harga Rp55 ribu tapi minggu ini turun menjadi Rp50 ribu per kilo, tapi harga tersebut masih terbilang mahal, dari harga jual standar Rp30 ribu/kg," ujarnya saat dikonfirmasi Covesia.com, Selasa (12/1/2021).

Berbanding terbalik dengan cabai rawit yang mengalami kenaikan. Pekan ini sikecil pedas tersebut mengalami kenaikan harga sebesar Rp20 ribu per kg dari Rp 50 menjadi Rp70 ribu per kilogram.

Selain harga cabai merah keriting, harga bawang merah, bawang pray dan sejumlah sayuran juga mengalami penurunan harga

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperindag UMKM Kabupaten Agam, Nelvia Fauzia membenarkan sejumlah komoditi masih mengalami naik turun harga, karena jumlah pasokan yang sedikit.

“Berlaku prinsip ekonomi, jika pasokan sedikit, maka harga akan naik, seperti harga cabe rawit saat ini,” terangnya.

Dalam pantauan dinasnya, sejumlah komiditi lain yang mengalami penurunan harga meliputi bawang merah, bawang pray dan sejumlah sayur-mayur,sedang buncis naik harga, dari Rp10 ribu menjadi Rp15 ribu perkilogram.

“Bawang merah turun dari Rp30 ribu menjadi Rp25 ribu perkilo, ada penurunan Rp5 ribu. Bawang pray Rp8 ribu perkilo, turun Rp2 ribu, wortel Rp8 ribu perkilo, biasanya Rp10 ribu ,” sebutnya.

(jhn)

Berita Terkait

Baca Juga