Produsen Kerupuk di Lubuk Basung Kesulitan Mendapatkan Bahan Baku Singkong

Produsen Kerupuk di Lubuk Basung Kesulitan Mendapatkan Bahan Baku Singkong Produsen kerupuk di Luuk Basung, Kabupaten Agam (Foto: Covesia/ Marjohan)

Covesia.com - Produsen kerupuk ubi khas Lubuk Basung, Kabupaten Agam mengeluh, pasalnya saat ini para pengrajin sedang kesulitan untuk mendapatkan singkong sebagai bahan baku pembuat kerupuk.

Salah seorang pembuat kerupuk ubi, di Bancah Paku, jorong IV Nagari Garagahan, Mis (51) mengatakan permintaan kerupuk ubi khas Lubuk Basung meningkat namun saat ini belum bisa mencukupi permintaan pasar dengan alasan sulitnya mendapatkan singkong sebagai bahan baku kerupuk.

"Saat ini ia hanya bisa memproduksi kerupuk sekarung singkong dengan berat lebih kurang, 60 kg per hari karena ubi kayu tersebut di datangkan dari Payakumbuh, Pariaman, Pasaman, Pesisir Selatan bahkan ada dari daerah luar Sumbar,“ ujarnya saat dikonfirmasi Covesia.com, Senin (11/1/2021).

Selain sulit didapatkan, harga jual ubi kayu dari para petani pun lebih  mahal dari biasanya yang hanya, Rp150 ribu per karung, menjadi Rp200 ribu hingga Rp250 ribu per karung.

"Karena butuh tentu harus kita beli, yang penting harus kita pesan terlebih dahulu jauh-jauh hari," ulasnya.

Untuk pemasaran, Mis mengaku hasil produksinya dibeli oleh para toke yang nantinya akan dipasarkan di pasar tradisional sampai luar Sumatera Barat.

"Satu ikat kerupuk kita jual ke tengkulak dengan harga Rp13.000, tengkulak datang membeli kerupuk 2 kali seminggu setiap hari Rabu dan Sabtu," tutupnya.

(jhn)


Berita Terkait

Baca Juga