Miris, Insentif 210 Tenaga Kesehatan Covid-19 di Pasaman Gagal Dibayarkan

Miris Insentif 210 Tenaga Kesehatan Covid19 di Pasaman Gagal Dibayarkan RSUD Lubuk Sikaping (dok covesia)

Covesia.com - Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat gagal membayarkan hak dana insentif bagi ratusan tenaga kesehatan (Nakes) Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Sikaping hingga akhir tahun 2020 kemarin.

Dari data yang diditerima oleh Covesia.com, ada sekitar 210 orang tenaga kesehatan dengan total dana insentif Rp491.250.000,- yang gagal dibayarkan tersebut. 

Dimana total dana insentif itu rencananya akan dibayarkan kepada tenaga kesehatan yang menangani pasien Virus Corona (Covid-19) terhitung dari bulan Juni-september 2020 kemarin.

"Dana insentif yang bakal dibayarkan tersebut bersumber dari Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) pusat dengan pagu anggaran Rp1 Miliar. Dimana nantinya dibayarkan oleh Dinas Kesehatan sesuai kebutuhan kepada tenaga kesehatan Covid-19 tersebut. Namun gagal dibayarkan," terang Plt. Dinas Kesehatan Pasaman, dr. Rahadian Suryanta Lubis, Senin (11/1/2021).

Salah seorang tenaga kesehatan Covid-19 RSUD Lubuk Sikaping, yang enggan mau menyebutkan namanya sangat menyesalkan atas kejadian tersebut.

"Jujur saja kami sangat kecewa. Di tengah perjuangan tenaga kesehatan Covid-19 dalam melayani pasien, ujung-ujungnya hak kami malah disepelekan bahkan gagal dibayarkan," ungkapnya.

Semestinya kata dia, pihak pemerintah daerah terkait justru lebih memperhatikan hak-hak mereka di tengah pengorbanan besar yang dihadapi dimasa pandemi Covid-19 ini.

"Kami harap adalah solusi dari pemerintah daerah. Kasihan kami yang bekerja tidak diberikan insentifnya. Hak-hak kami jelas diabaikan," tambahnya dengan nada sedih.

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga