Harga Kedelai Mahal, Pembuat Tahu dan Pedagang Gorengan di Agam Menjerit

Harga Kedelai Mahal Pembuat Tahu dan Pedagang Gorengan di Agam Menjerit Ilustrasi (dok.covesia.com )

Covesia.com - Sulitnya mendapatkan  kedelai sebahan baku membuat harga tempe dan tahu di kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) hal itu menyulitkan para pedagang gorengan.

Salah seorang pedagang gorengan di Pasar Serikat Nagari Lubuk Basung - Garagahan, kecamatan Lubuk basung, Endang (51) mengatakan, sebelumnya  jika membeli dalam jumlah besar Rp 100 ribu bisa mendapat 110 buah tahu namun saat ini hanya 100.

"Jika dibeli per buah memang 1000 namun keuntungan berdagang tahu atau tempe goreng ini kita dapat dari bonus 10 buah tahu tadi," ujarnya saat dikonfirmasi Covesia.com Minggu, (10/1/2021).

Selain itu, meningkatnya harga beli bahan baku lain seperti minyak, tepung dan mie juga membuat untung yang didapat semakin menipis. "Ya mau bagaimana lagi kalau jualan tidak habis kita malah rugi," ulasnya.

Hal senada juga diungkapkan produsen tahu di Kecamatan Lubuk Basung Efendi, harga beli kedelai mengalami kenaikan sebesar Rp 100 Ribu/ karungnya. Yang sebelumnya Rp 500ribu menjadi Rp 600 ribu.

Mahalnya bahan baku ini membuat pembuat tahu dan tempe mengurangi jumlah produksi.

"Meski bahan baku mahal harga jual tidak bisa kita naikkan, kalau ukuran diperkecil tentu pelanggan kecewa jadi untungnya sangat tipis," tuturnya.

Efendi berharap harga bahan baku kedelai bisa kembali turun sehingga produksi bisa meningkat dan bisa mendapatkan sedikit laba dari penjualan.

"Kepada pelanggan saya katakan keluhan mereka bisa mengerti, kami berharap harga kedelai bisa kembali stabil," tutupnya.

(Jhn).

Berita Terkait

Baca Juga