Kasus Gigitan HPR di Agam Turun di Tahun 2020

Kasus Gigitan HPR di Agam Turun di Tahun 2020 Ilustrasi (Pixabay)

Covesia.com - Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mencatat kasus gigitan Hewan Pembawa Rabies (HPR) di daerahnya sebanyak 223 kasus pada tahun 2020 jumlah tersebut tercatat turun dari tahun lalu sebanyak 262 kasus di tahun 2019.

Kepala Dinas Pertanian, Arief Restu mengatakan, meski turun, namun jumlah tersebut masih terbilang tinggi jika dibandingkan tahun 2018 yang hanya 211 kasus. "Turun dari tahun lalu sebanyak 39 kasus, namun tinggi 12 kasus dibandingkan tahun 2018," ujarnya.

Ia menjelaskan, kasus gigitan Hewan Pembawa Rabies (HPR) tertinggi didominasi anjing dan kucing. Bahkan dari jumlah kasus tahun kemarin, berdasarkan hasil laboratorium delapan HPR positif rabies.

Guna mengurangi resiko penularan virus dari HRP, pihaknya menyiapkan 5.000 vaksin untuk hewan peliharaan sebagai upaya mencegah terjangkit rabies dan menularkannya kepada manusia.
Ia mengimbau masyarakat agar segera menvaksinasi hewan peliharaannya ke Puskeswan atau menyesuaikan dengan jadwal dari petugas yang akan dilakukan di jorong masing-masing.

"Kita berharap masyarakat lebih proaktif memelihara hewan dengan tertib, serta mengkandangkannya agar tidak membahayakan orang lain," katanya, Kamis (7/1/2021).

Sementara itu, Kabid Keswan dan Kesmavet drh. Farid Muslim menjelaskan, jika terjadi gigitan dari HPR, maka langkah yang harus dilakukan adalah mencuci luka gigitan dengan sabun atau detergen selama 10-15 menit dengan air mengalir.

Kemudian luka itu diberi antiseptik dan dibawa ke Puskesmas atau dokter terdekat, untuk mendapatkan pengobatan sementara sembari menunggu hasil observasi HPR yang menggigit.

“Segera laporkan kejadian gigitan HPR kepada petugas peternakan atau puskeswan terdekat,” pintanya.

(jhn)


Berita Terkait

Baca Juga