Awal Tahun Hasil Tangkapan Nelayan Pukat Danau Maninjau Berkurang

Awal Tahun Hasil Tangkapan Nelayan Pukat Danau Maninjau Berkurang (Foto: Johan Utoyo/Covesia)

Covesia.com - awal tahun 2021, hasil tangkapan ikan nelayan pukat di danau maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berkurang.

Salah seorang nelayan pencari ikan di Nagari Koto Kaciak, St Rajo Intan mengatakan, dalam satu harinya hasil tangkapan nelayan berkisar antara 5 sampai 7kg, jumlah tersebut jauh berkurang dari beberapa bulan lalu sekitar 20 Kg hingga 30 kg.

"Sekarang bukan musim ikan, jadi hasil tangkapan baik nelayan pukat maupun lukah/perangkap sedikit," ujarnya saat dikonfirmasi Covesia.com, Rabu (6/1/2021).

Sulitnya mendapatkan ikan mempengaruhi harga ikan di pasaran. Dari pemantauan di Pasar terminal antokan Lubuk Basung, ikan pukat dijual dengan harga Rp 23.000 /kg. harga tersebut lebih mahal dari ikan budidaya Karamba Jaring Apung (KJA) yang hanya Rp 20.000 per kilo.

"Ikan pukat lebih diminati masyarakat, meskipun harganya sedikit malah tetap dicari," katanya.

Menurutnya tingginya minat masyarakat kepada hasil tangkapan nelayan di Danau Maninjau dikarenakan rasa ikan saat di masak lebih nikmat dibanding ikan budidaya KJA, selain itu daging yang di hasilkan juga sedikit padat dan tidak terlalu menyusut dimasak.

"Untuk  ikan pukat biasanya disukai ibu rumah tangga, untuk rumah makan atau kedai nasi, sering dibeli ikan KJA karena lebihurah dan ukuran selatif sama," tutupnya.

(Jhn)

Berita Terkait

Baca Juga