Minimalisir Penyebaran Covid-19, Asimilasi Narapidana di Sumbar Diperpanjang hingga Juni 2021

Minimalisir Penyebaran Covid19 Asimilasi Narapidana di Sumbar Diperpanjang hingga Juni 2021 Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham Sumbar, R Andika Dwi Prasetya (Foto: Covesia/primadoni)

Covesia.com - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham Sumbar, R Andika Dwi Prasetya mengatakan, program asimilasi dan integrasi bagi narapidana (Napi) di masa pandemi Covid-19 diperpanjang hingga Juni 2021, sesuai dengan kebijakan dari pemerintah pusat. 

"Program itu bertujuan untuk menimalisir penyebaran Covid-19 di lingkungan lapas dan rutan yang ada di Sumbar. Hal tersebut disebabkan physical distancing tidak mungkin diterapkan karena lapas kelebihan kapasitas," ungkap Andika, dalam keterangan persnya, Rabu (6/1/2021).

Andika menjelaskan, program asimilasi dan integrasi bagi narapidana tersebut dijalankan semenjak 2020 lalu, dengan landasan hukumnya yakni Permenkumham Nomor 32 Tahun 2020 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat bagi narapidana dan anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19.

Sejak program ini digulirkan, sudah 2.268 narapidana yang diasimilasi di Sumbar. Sementara, jumlah narapidana saat ini yaitu 5.480 orang se-Sumbar.

Meski demikian, sebut Andika, dari 2.268 narapidana yang mendapatkan asimilasi itu, sebanyak 15 orang di antaranya kembali berulah, dan masuk kembali karena melakukan tindak pidana yang sama. 

"Mereka yang asimilasinya ditarik itu kembali melakukan tindak pidana yang pidana umum, seperti perampokan, pembunuhan, dan pencurian," sebutnya.

Nantinya kata Andika, narapida yang berulah tersebut akan menjadi catatan tersendiri bagi Kemenkumham Sumbar agar lebih selektif dan teliti lagi dalam memberikan asimilasi.

"Kemudian kepada mereka yang masuk kembali ini, kita berikan tindakan tegas. Lalu dengan menjalani masa waktu sisa hukumannya dengan kondisi yang tidak biasa. Kita beri pemberatan. Kita beri sanksi. Kita tempatkan di suatu lokasi tertentu yang tidak memberi peluang kepada mereka untuk menjalani hukumannya dengan nyaman, agar bisa berubah nantinya," kata dia.

(don)

Berita Terkait

Baca Juga